Lapangan tenis Mexolie Panjer - Kebumen
Lapangan tenis Mexolie Panjer – Kebumen

Gagalnya Trekbom Jembatan Renville Panjer

Satu – satunya akses jalan darat yang bisa dilalui angkatan perang Belanda menuju ke Yogyakarta pada masa Agresi Militer Belanda II/Doorstoot Naar Jogja pada tanggal 19 Desember 1948 adalah melalui Jembatan Renville Panjer sebab jembatan resmi Tembana berhasil dihancurkan oleh pejuang RI. Jembatan Renville sendiri adalah jembatan kereta api di sungai Luk Ula Kebumen di desa Panjer, yang dibuka oleh Zeni atas order COP Kebumen dan komunikasi telepon oleh satuan PHB pimpinan Kopral R. Soehadi, sebagai tindak lanjut Persetujuan Renville pada 17 Januari 1948. Jembatan Kereta Api ini secara darurat digunakan sebagai akses penghubung dengan cara menumpuk balok – balok kayu di atas rel agar bisa dilalui kendaraan dalam rangka memperlancar pelaksanan hijrah, Local Joint Commite (LJC).

Pada pukul 06.00 Wib Belanda masuk dari arah barat ke kota Kebumen bagian selatan dengan kereta api, dan bagian utara dengan jeep, panser wagen, dan tank sebanyak kurang lebih 50 buah menggunakan lambang – lambang KTN, yang merupakan Stoot Troop. Pada saat Belanda masuk kota, di dalam kota telah kosong. TNI dibagi dua yakni sektor Utara dan Sektor Selatan.

Saat Belanda masuk dan mendarat di selatan kota, di sana terdapat Mayor Rahmat, Kapten Toegiran, Letnan I Soediro, dan Letnan II Iskandar. Namun setelah mengetahui kekuatan Belanda yang besar, ketiga perwira tersebut tidak terlihat lagi. Sedangkan Letnan II Iskandar tertangkap di Jembatan Renville saat akan melaksanakan Trekbom yang tujuannya agar Belanda tidak bisa menyeberang ke timur sungai Luk Ula. Kedatangan Belanda yang terlalu cepat membuat Letnan II DS. Iskandar gagal melakukan aksinya dan tertangkap. Beruntung ia bisa meloloskan diri setelah ditahan beberapa hari di Markas Belanda di Purwokerto.

Sementara itu, di areal Pabrik Mexolie Panjer, Soewarno (pimpinan pemuda karyawan pabrik tersebut) dan dua anggota CA II Angkatan Laut serta dua karyawan pabrik (Barisan Pemuda Minyak) yang sedang melakukan bumi hangus di pabrik tersebut sebagai usaha pemutus akses menuju Yogyakarta (Mexolie adalah jalan utama yang telah ada menuju ke timur) tertangkap basah oleh kekuatan penuh Belanda yang begitu cepat menduduki Mexolie.  Soewarno dibawa ke stasiun, sedangkan empat lainnya setelah diperiksa di lapangan tenis Panjer (di utara stasiun) kemudian ditembak mati di sana.

Soewarno dibawa dengan Panser Wagon ke Purworejo. Ia berhasil meloloskan diri pada dini hari sebelum eksekusinya di pagi hari dilaksanakan. Ia sampai kembali ke Panjer sore berikutnya setelah melakukan pelarian dengan berjalan kaki melalui jalur Selatan. Selain peristiwa Agresi Militer Belanda II, Lapangan Tenis Mexolie Panjer juga menjadi saksi pecahnya pertempuran antara TNI dengan AOI Somalangu pada tanggal 14 Mei 1950, pukul 05.30 Wib. Semua kompleks yang telah ditempati Kompi I/Bismo di depan Stasiun Kereta Api Kebumen di Panjer diserang pasukan AOI. Waktu itu sebagian pasukan sedang stelling (posisi siap tembak) dan sebagian lagi sedang mandi. Serangan AOI dibalas TNI dengan tembakan. Akhirnya, pasukan AOI mundur ke Timur untuk menuju Somalangu.

Lapangan Tenis yang menjadi saksi sejarah harga diri Bangsa itu hingga kini masih belum berubah fungsinya. Satu hal yang disayangkan adalah adanya wacana pengubahan lapangan tersebut (yang harusnya dipertahankan sebagai monumen kejuangan) menjadi areal parkir berkaitan dengan rencana pengembangan situs cagar budaya Mexolie menjadi kawasan wisata Mexolie Land. Kiranya perlu kearifan dan peninjauan kembali terhadap lapangan Tenis Panjer sebagai penghargaan terhadap Jasa dan Dan Nyawa pejuang yang gagah berani menantang maut demi tetap tegaknya NKRI. Paling tidak, “Biarkanlah Mereka Bersemayam dengan Tenang di tempat mereka Meregang Nyawa dalam bayang – bayang Merah Putih”.

Salam Pancasila!

Kamis Pahing, 14 Maret 2013,
Oleh: Ananda. R

http://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/03/lapangan-tenis-mexolie-panjer-kebumen-5.jpghttp://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/03/lapangan-tenis-mexolie-panjer-kebumen-5-140x140.jpgAnanda. RSejarahAgresi Militer Belanda di Kebumen,Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,buku sejarah kebumen,catatan sejarah kebumen,Panjer Kebumen,saksi sejarah,Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia,Situs Sarinabati Panjer Kebumen,tempat-tempat bersejarah di kebumenGagalnya Trekbom Jembatan Renville Panjer Satu - satunya akses jalan darat yang bisa dilalui angkatan perang Belanda menuju ke Yogyakarta pada masa Agresi Militer Belanda II/Doorstoot Naar Jogja pada tanggal 19 Desember 1948 adalah melalui Jembatan Renville Panjer sebab jembatan resmi Tembana berhasil dihancurkan oleh pejuang RI. Jembatan Renville sendiri...Kembalinya jati diri Bangsa Indonesia yang berpancasila