Perumahan kelas I, NV Oliefabrieken Insuinde Keboemen
Perumahan kelas I, NV Oliefabrieken Insuinde Keboemen

Keberadaan NV. Oliefabrieken Insulinde/Mexolie/Nabatiasa/Sarinabati Panjer – Kebumen ternyata sangat mempengaruhi perkembangan tata kota di kabupaten Kebumen lebih kurang seabad yang lalu. Salah satu bukti adalah berdirinya perumahan pabrik yang digunakan untuk tempat tinggal para pekerjanya. Perumahan tersebut terdiri dari tiga kelas dan berada di tiga lokasi yang berbeda. Kelas pertama adalah perumahan yang digunakan untuk tempat tinggal pimpinan dan staf inti yang lokasinya berada di kompleks pabrik menghadap ke barat. Perumahan ini berjumlah tiga unit yang masing – masing terdiri dari rumah utama dan paviliun dengan beberapa kamar yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal para pembantu rumah tangga sekaligus ruang dapur dan lain – lain. Kelas kedua adalah perumahan yang diperuntukkan sebagai rumah tinggal staf yang lokasinya berada di Kebon Raja/sebelah barat perumahan utama menghadap ke selatan (kini menjadi Makodim 0709 Kebumen). Kelas ketiga adalah perumahan yang diperuntukkan bagi karyawan biasa yang lokasinya berada di belakang pabrik menghadap ke utara. Perumahan ini terdiri dari 25 unit yang tergabung membentuk “letter U”. Pada perumahan ini terdapat pula tiga buah wc umum, 2 buah sumur dimana masing – masing sumur dibagi menjadi empat kamar dan empat areal sumur pompa untuk umum (ada beberapa sumur pompa di dalam rumah).

Keberadaan perumahan ini ternyata sangat berarti bagi perkembangan budaya bangunan di daerah Panjer dan sekitarnya, dimana masyarakat pribumi kemudian meniru pola bangunan rumah yang awalnya berbahan dasar anyaman bambu dan kayu menjadi rumah berbahan dasar tembok. Bentuk bangunan eropa klasik itu pun kemudian banyak ditiru.

Bukti lain adalah diketahuinya genteng press yang ternyata telah dibuat di Kebumen jauh sebelum tahun 1920 seperti yang diriwayatkan oleh penduduk di daerah penghasil genteng, sebab menurut data yang berhasil diperoleh genteng press pertama di Kebumen adalah hasil pembelajaran Belanda kepada masyarakat yang secara resmi dikelola oleh pemerintah Kolonial yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan atap bangunan stasiun – stasiun dan bangunan Belanda lainnya dengan mendatangkan mesin press dari Jerman. Baru setelah beberapa tahun berjalan, muncullah genteng – genteng press yang dikelola oleh swasta/pribumi yang pada saat itu terkenal beberapa merek antara lain AB Sokka pada sekitar tahun 1920. Hal ini dibuktikan dengan genteng press yang bermerk “TICHELWERKHEN KEBOEMEN” dan “V.I.T” yang merupakan produksi resmi pemerintah Kolonial. Sedangkan merk “W&SON Sokka” dan “Brezole Sokka” merupakan produk awal genteng press swasta/pribumi.

Perumahan kelas II NV Oliefabrieken Insulinde keboemen di Kebon Raja Panjer, saat ini menjadi MAKODIM 0709 Kebumen
Perumahan kelas II NV Oliefabrieken Insulinde keboemen di Kebon Raja Panjer, saat ini menjadi MAKODIM 0709 Kebumen
Perumahan kelas III NV. Oliefabrieken Insulinde Keboemen, tampak adanya jalan baru. telah diratakan dengan tanah diakhir tahun 2012 yang lalu
Perumahan kelas III NV. Oliefabrieken Insulinde Keboemen, tampak adanya jalan baru. telah diratakan dengan tanah diakhir tahun 2012 yang lalu

Selain berpengaruh terhadap tata kota dan perkembangan budaya industri Kebumen, keberadaan pabrik dan perumahan di Panjer ini juga menimbulkan efek dibukanya areal baru untuk akses jalan resmi, yang pada awalnya hanya berupa jalan – jalan di bawah rerimbunan pohon kelapa. Dibangun pula fasilitas – fasilitas lain yakni : Stasiun Kereta Api, Lapangan Tenis, Zending Hospital (kini jadi RSUD Kebumen), Hotel (kini jadi Losmen Pusaka), Gereja (kini jadi Gereja Kristen Jawa), Pabrik Gula (kini jadi Gedung Bioskop Gembira yang kemudian berubah menjadi GOR Gembira), Pabrik Es (lokasi di Es Bening Panjer), makam Nasrani serta bangunan – bangunan tempat kediaman warga Eropa lainnya yang berada di Panjer dimana beberapa yang masih ada salah satunya kini dimanfaatkan sebagai Warung makan Bebek Goreng.

Peta Mexolie Panjer dan Makodim 0709 Kebumen (google map)
Peta Mexolie Panjer dan Makodim 0709 Kebumen (google map)

Dari data foto yang dikoleksi oleh Belanda, dapat diketahui bahwa bentuk bangunan perumahan NV. Oliefabrieken Insulinde/Mexolie/Nabatiasa/Sarinabati Panjer – Kebumen ini masih bertahan tanpa perubahan hingga tahun 2012. Satu hal yang sangat disayangkan adalah dihancurkannya perumahan yang merupakan benda bernilai cagar budaya tersebut hingga tak berbekas pada awal Maret 2012 lalu hingga menjelang awal tahun 2013 karena kegiatan pengembangan kawasan pabrik yang merupakan aset provinsi Jateng ini menjadi kawasan wisata terpadu Mexolie land. Wacana yang awalnya baik tersebut dalam perkembangannya menjadi satu hal yang disayangkan sebab pada kenyataannya pengembangan yang harusnya mengindahkan Undang – undang no. 11 tahun 2010 tentang cagar budaya ini kemudian disertai perusakan bangunan bahkan mengarah kepada penghancuran total, penghilangan bekas pola bangunan cagar budaya dan penjualan aset – aset yang masih tersisa berupa kayu, batu bata bekas bangunan, besi – besi- dan baja, ekplorasi pasir penahan gempa bawah lantai dll. Bangunan pabrik yang meskipun teah mangkrak puluhan tahun sejak kebangkrutannya pada sekitar tahun 1986 ini menjadi rusak ketika terjadi pelelangan aset berupa mesin, atap pabrik dan rangka baja, lori dan rel dan lain – lain yang berlangsung dalam kurun tahun 2000 an. Faktor hujan, panas dan lain – lain akhirnya menjadikan bangunan pabrik yang masih sangat kokoh ini menjadi bangunan tua yang kemudian ditumbuhi oleh rumput ilalang bahkan yang tadinya merupakan ruangan tertutup tempat produksi dan hasil produksi menjadi lahan ruangan terbuka yang dimanfaatkan oleh pengelola setempat untuk lahan tanaman keras seperti Jati, Albasiah dan sebagainya.


Kini pabrik minyak seluar lebih kurang 5 ha yang dibangun pertama kali di Indonesia sejaman dengan pabrik di Kediri dan Blitar tersebut semakin mengenaskan dengan adanya perusakan bangunan yang terus berlanjut serta eksplorasi liar dari sisa – sisa dan bekas material bangunan yang sengaja di hancurkan. Kiranya pemerintah daerah harus lebih perhatian terhadap benda – benda bangunan di Kebumen yang bernilai sejarah dan cagar budaya seperti pabrik Mexolie ini agar generasi Kebumen yang akan datang mengetahui bahwa ternyata Kebumen adalah tempat yang sejak jaman dahulu telah mengenal teknologi barat yang merupakan akulturasi dari proses kolonialisme dimana tidak setiap daerah memiliki proses moderenisasi dengan jalan yang sama.

Kebumen, Kamis Kliwon 11 April 2013
Oleh: Ananda. R

http://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/04/keterangane-perumahan-kelas-1-nv-oliefabrieken-insuinde-keboemen.jpghttp://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/04/keterangane-perumahan-kelas-1-nv-oliefabrieken-insuinde-keboemen-140x140.jpgAnanda. RSejarahcatatan sejarah kebumen,Pabrik Mexolie Sari Nabati Kebumen,Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia,Situs Sarinabati Panjer Kebumen,tempat-tempat bersejarah di kebumenKeberadaan NV. Oliefabrieken Insulinde/Mexolie/Nabatiasa/Sarinabati Panjer – Kebumen ternyata sangat mempengaruhi perkembangan tata kota di kabupaten Kebumen lebih kurang seabad yang lalu. Salah satu bukti adalah berdirinya perumahan pabrik yang digunakan untuk tempat tinggal para pekerjanya. Perumahan tersebut terdiri dari tiga kelas dan berada di tiga lokasi yang berbeda. Kelas...Kembalinya jati diri Bangsa Indonesia yang berpancasila