Posts Tagged ‘ Sisi Gelap Sejarah Kebumen ’

Situs Batu Kalbut di Kecamatan Ayah – Kebumen

Dec 13th, 2014 | By
Peti kubur batu dengan ukiran ular naga jawa di situs Cagar Budaya Batu Kalbut Kec. Ayah, Kebumen

Satu lagi peninggalan peradaban masa lalu di kabupaten Kebumen adalah Batu Kalbut. Situs ini berada di desa Ayah, kecamatan Ayah kabupaten Kebumen. Terletak di kiri jalan, beberapa meter saja sebelum pintu gerbang objek wisata pantai Logending.   Batu Kalbut dikenal juga sebagai batu Lingga Muka atau batu Pujaan. Dalam kompleks situs Batu Kalbut kecamatan Ayah
[continue reading…]



Temuan Peradaban Kabalistik di Kebumen

Dec 12th, 2014 | By
Cincin emas kepala oval dengan enkripsi

Fakta dan data sejarah akan muncul seiring pudarnya sejarah itu sendiri karena pada hakikatnya sejarah adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa dipungkiri sebagai pohon semesta yang kokoh berakar. Alam memiliki mekanisme ajaib dalam memunculkan kebenaran seperti juga masa depan yang selalu menunjukkan jalannya sendiri – (Ravie Ananda). Sepertinya hal ini berlaku pula dalam perjalanan
[continue reading…]



Masjid Ki Singapatra dan Ki Ageng (Sunan) Geseng Kebumen

Jun 17th, 2014 | By
Masjid Ki Singapatra dan Sunan Geseng (Masjid Darussalam Kel. Kebumen)

Satu lagi situs sejarah di Kabupaten Kebumen adalah Masjid Darussalam. Masjid ini berada di Kelurahan Kebumen, Lokasinya berdekatan dengan Situs Ki Singapatra. Berdasarkan data yang ada Masjid ini dibangun oleh Ki Singapatra dan Ki Ageng (Sunan) Geseng, sebelum masuknya Mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma di Panjer (kini Kabupaten Kebumen). Pada awalnya selain untuk
[continue reading…]



Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar) / Raden Suputra / Raden Putra / Harya Baribin di Suratrunan – Alian, Kebumen

Apr 21st, 2014 | By
Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar) di desa Suratrunan - Alian, Kebumen

Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar) adalah tempat bertapabratanya Brawijaya V (Ratu Kembar). Situs ini terletak di Gunung Koembang yang oleh masyarakat setempat disebut dengan Gunung Puyuh desa Suratrunan kecamatan Alian kabupaten Kebumen (nama baru dari Panjer yang sebelumnya merupakan sebuah Nagara pada masa Majapahit).   Silsilah Raden Suputra/Raden Putra/ Harya Baribin Sesuai dengan Serat
[continue reading…]



Temuan Prasasti Berhuruf Cina Penguat Keberadaan Tokoh Besar Nusantara di Panjer – Kebumen

Jan 27th, 2014 | By
Temuan prasasti berhuruf Cina di kompleks Sarinabati /Mexolie Panjer - Kebumen

Temuan prasasti berhuruf Cina berbahan batu Andesit di Panjer semakin menguak misteri sejarah betapa pentingnya Kebumen di masa lalu yang dikenal dengan nama Panjer dengan ibukota yang dibumihanguskan Belanda pada tahun 1832 dan disulap menjadi NV. Oliefabrieken Insulinde Keboemen tahun 1851. Pabrik ini diswastakan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1915 dan diubah nama Mexolie. Pada
[continue reading…]



Jalan Daendels Utara dan Selatan Serupa Tapi tak Sama

Jan 19th, 2014 | By
Lukisan yang menggambarkan kondisi Postwegen / Jalan Post di sekitar Buitenzorg (Istana Bogor); tropenmuseum

Jalan Daendels adalah jalan yang diambil dari nama pembuatnya yakni Herman Willem Daendels. Ia adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke 36 yang memerintah pada tahun 1808 hingga 1811, dikirim ke Hindia Belanda pada tahun 1907 atas saran Kaisar Napoleon Bonaparte karena pada saat itu Belanda dalam kekuasaan Prancis. Daendels melakukan perjalanan menuju Hindia Belanda melalui
[continue reading…]



Pertempuran Pager Kodok – Kebumen

Sep 17th, 2013 | By
Monumen pertempuran Pager Kodok, kebumen

Kekalahan Belanda di jembatan Kedung Bener desa Jatisari pada awal bulan Januari 1949 nampaknya menimbulkan kemarahan besar. Beberapa hari kemudian, pada sekitar tanggal 10 Januari 1949 patroli Belanda berkekuatan satu kompi bersenjata lengkap langsung menuju gunung Pager Kodok. Angkatan Oemat Islam (AOI) yang berpusat di desa Somalangu memilih gunung Pager Kodok sebagai basis pertahanan sekaligus
[continue reading…]



Heru Subagyo dan Mexolie – Penggalan Kisah Pejuang Sejati yang Terasing

Aug 2nd, 2013 | By
Heru Subagyo saat berumur 19 tahun, di Heiho Techniek Jakarta, foto 16 Meni 1945

Terlahir dari Keluarga Pejuang Pada tahun 1930, R. Sadimin Dwidjosoedarmo membuat pigura dengan hiasan kepala banteng. Saat itu ia menjabat sebagai “Ndoro Guru” VERVOLGSCHOOL di Kebumen. Meskipun telah pindah di Kebumen, tokoh asal Yogyakarta ini tetap aktif berkomunikasi dengan Bung Karno. Di Kebumen ia tinggal di desa Trukahan (kini jalan Garuda) bersama isteri dan mertuanya
[continue reading…]



Mengenang Peristiwa CANONADE Candi Karanganyar Kebumen, Minggu Wage 19 Oktober 1947

May 20th, 2013 | By
Tugu Monumen Canonade Candi, Desa Candi - Karanganyar - Kebumen

Desa Candi terletak di sebelah Timur kota Karanganyar. Setelah Belanda melaksanakan Agresi Militer I dimana mereka melakukan penyerbuan hingga ke kota Gombong maka pasar Karanganyar yang semula berada di jalan raya Gombong – Kebumen ditutup dan dipindahkan ke desa Candi karena pertimbangan keamanan umum terutama untuk menghindari keganasan Belanda. Hal itu mengingat keberadaan Markas COP
[continue reading…]



Bangunan Kolonial Pembakar Semangat Juang Anak Bangsa, Petunjuk Mahalnya Sebuah Kemerdekaan, dan Monumental Kesaktian NKRI

Apr 20th, 2013 | By
Aktifitas penjemuran kopra di pabrik Mexolie Panjer Kebumen, tampak seorang mandor sedang mengawasi para pekerja.

Bagi sebagian orang, terlebih yang kurang memahami dan peduli akan sejarah, bangunan kolonial tidak mempunyai keistimewaan lebih dan cenderung dianggap tak bernilai. Terkadang bangunan tersebut kemudian menjadi bernilai secara ekonomis dari segi material bahan penyusun, terutama bagian – bagian yang terbuat dari kayu sebab berasal dari masa lampau yang pasti memiliki kadar kekerasan, ketuaan dan
[continue reading…]