Situs Ki Singapatra / Patramenggala – Kebumen (1500–1700)

Aug 1st, 2012 | By | Category: Sejarah
Jalan menuju situs Ki Singapatra Kebumen

Jalan menuju situs Pamokshan Ki Singapatra Kebumen

Letak Goegrafis
Situs Pamokshan Ki Singapatra berada di Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Situs ini berada di kompleks pemakaman umum warga Kelurahan Kebumen, lebih – kurang 700 m dari Kantor Kecamatan Kebumen, Gedung/Sanggar Pramuka Kebumen, dan Klenteng Kebumen. Kompleks pemakaman ini sekaligus menjadi batas wilayah dengan Kelurahan Panjer.

 

Riwayat Ki Singapatra
Menurut riwayat, Ki Singapatra masih memiliki alur keturunan keluarga Majapahit. Ia melakukan perjalanan ke barat hingga di tepian sungai Luk Ula. Hal ini juga dilakukan oleh keturunan Majapahit lainnya yang tersebar di kabupaten Kebumen seperti: Gajah Mada di Punden Majapahit Sadang/Sadeng kemudian menuju ke selatan dan Moksha di Panjer, perjalanan Harya Baribin (salah satu putra Raja Majapahit) dari Majapahit – gunung Kumbang desa Suratrunan Alian – Kaleng – Pajajaran – kembali ke timur dan berakhir di Grenggeng, Perjalanan Harya Surengbala/Jaka Lancing dari Majapahit – Gesikan Panjer – Gunung Geong – berakhir di Mirit. Pertapaan Danang Sutawijaya di Kaligending, Pertabatan Sultan Agung Hanyakrakusuma, Sultan Amangkurat I, P. Mangkubumi dan Pangeran Dipanegara di Panjer, petilasan Untung Surapati di Karanggayam, makam Ki Ageng (Sunan) Geseng di Pedegolan – Kutowinangun dan lain – lain.

 

Ki Singapatra bertapa di tepi sungai Luk Ula hingga mendapat petunjuk/sasmita untuk membuka wilayah tersebut menjadi tempat tinggalnya (seperti juga yang dilakukan oleh Ki Malangyudha di hutan Jati Klirong yang kemudian menjadikannya sebagai sebuah desa yang dinamakan Alas Malang/Jatimalang). Dipekirakan kedatangan Ki Singapatra di daerah tersebut sekitar tahun 1500-an hingga Moksha sekitar tahun 1700. Beliau dianugerahi usia lanjut seperti juga Ki Ageng (Sunan) Geseng dan Sunan Kalijaga.

 

Setelah Ki Singapatra membuka wilayah tersebut, warga dari berbagai daerah lain berdatangan dan ikut bermukim. Wilayah Pemukiman itu berkembang ke arah timur dan utara kemudian dinamakan Desa Trukahan yang kini menjadi Desa Kebumen. Para pendatang yang semakin banyak pun kemudian mendirikan Dukuh (Padukuhan). Pada masa itu masuklah Ki Ageng (Sunan) Geseng ke wilayah Trukahan dan menjalin hubungan baik dengan Ki Singapatra. Mereka kemudian mendirikan sebuah padepokan ilmu kanuragan dan spiritual keagamaan yang hingga masa perang Dipanegara digunakan sebagai tempat penyusunan strategi pasukan Panjer dibawah pimpinan Senopati Jamenggala. Tempat tersebut kemudian digunakan total sebagai tempat ibadah yang direhab pada tahun 1841 (kini menjadi masjid Darussalam Kelurahan Kebumen). Artinya tempat ini telah ada jauh sebelum didirikannya Masjid Agung Kauman Kebumen yang dibangun oleh KH. Imanadi tahun 1834 (penghulu pertama kabupaten Kebumen). Masjid dan situs Ki Singapatra juga telah dipetakan Belanda dalam “Keboemen Hermeeten, 1900”.

Peta Keboemen hermeten in 1900 - KETERANGAN: (1)Kotak Kecil : Situs Singapatra, (2) Kotak Besar: Masjid, (3) Wilayah Dukuh/Padukuhan, (4) Kampung Pecinan sekarang Keposan.

Peta Keboemen hermeten in 1900, KETERANGAN: (1)Kotak Kecil : Situs Singapatra, (2) Kotak Besar: Masjid, (3) Wilayah Dukuh/Padukuhan, (4) Kampung Pecinan sekarang Keposan.

 

Peran Ki Singapatra dalam Perjuangan

Ki Singapatra ikut berjuang bersama Ki Badranala dan Ki Ageng (Sunan) Geseng. Dalam buku “Sejarah Dinasti KRAT Kolopaking” karya R. Tirto Wenang Kolopaking disebutkan bahwa:

 

“Pada tahun 1643 tentara Kompeni/VOC mencoba mendarat di pesisir Urut Sewu Petanahan dan berusaha menghacurkan lumbung – lumbung padi serta bahan pangan Panjer, tetapi dapat dipatahkan dan dihalau mundur oleh prajurit Panjer yang dipimpin langsung oleh Ki Bagus Badranala, Ki Ageng (Sunan) Geseng dan Ki Nayapatra(Singapatra/Patra Menggala). Ki Nayapatra adalah mertua dari Ki Bagus Badranala. Tentara Kompeni/VOC lari ketakutan kembali ke kapal meninggalkan pantai Petanahan. Atas jasanya, maka Ki Bagus Badanala diangkat menjadi Ki Gede Panjer Roma I oleh kerajaan Mataram”

 

Sejak pengangkatan Ki Bagus Badranala inilah wilayah Panjer terbagi menjadi Panjer Roma dan Panjer Gunung.

Pandjer, MAP OF JAVA ,1817

Pandjer, MAP OF JAVA ,1817

Alun-alun (Keboen Radja Pandjer) sebelum menjadi MAKODIM 0709/Kebumen, 1851-1900

Alun-alun (Keboen Radja Pandjer) sebelum menjadi MAKODIM 0709/Kebumen, 1851-1900

Beberapa Nama Singapatra

Singapatra adalah nama asli, sedangkan Nayapatra adalah gelar setelah ia memimpin wilayah Trukahan (Naya = pemimpin; Patra = Baik / Pantas). Adapun Patra Menggala adalah nama tua setelah mandita. Ditinjau dari kajian waktu, keberadaan Ki Singapatra di Kebumen jauh lebih awal dibandingkan dengan Ki Bagus Badranala. Ki Bagus Badranala berasal dari Karang Lo, Karanggayam yang setelah dewasa ia menuju ke Panjer dan mendirikan lumbung padi yang selanjutnya diserahkan untuk keperluan logistik Mataram. Di Panjer inilah Ki Bagus Badranala mempersunting salah satu anak Ki Singapatra yang bernama Endang Patrasari.

Ada dua versi pendapat mengenai tokoh Singapatra. Versi pertama adalah versi Babad Kolopaking menyebutkan bahwa Ki Singapatra adalah anak dari Ki Ageng (Sunan) Geseng. Versi ini sangat lemah jika ditinjau dari nama Singapatra yang kental dengan nama-nama tokoh dari daerah timur, terlihat pula dalam nama Endang Patrasari. Endang sendiri merupakan sebutan kehormatan bagi para keturunan atau keluarga Kerajaan. Selain itu dalam buku yang sama sang penulis terlihat kurang teliti dan memahami sehingga pada satu halaman menyebutkan bahwa Nayapatra adalah anak dari Ki Ageng (Sunan) Geseng sedangkan pada halaman lain menyebutkan bahwa Nayapatra adalah Ki Ageng (Sunan) Geseng. Adapun sejarah menyebutkan bahwa Ki Ageng (Sunan) Geseng adalah tokoh yang berasal dari Bagelen. Versi kedua adalah versi cerita turun – temurun trah Ki Singapatra yang menyebutkan bahwa Beliau berasal dari periode Majapahit, versi ini sepertinya lebih kuat. Terlebih penggunaan nama – nama binatang seperti Singa, Gajah, Lembu, Banyak, Kuda, Kebo dan lain- lain digunakan pada kurun Majapahit.

Keberadaan Lumbung padi Mataram yang pada awalnya didirikan oleh menantu Ki Singapatra ini juga dikuatkan dalam catatan perjalanan Gubernur Hindia Belanda yang bernama Rijckloff Van Goens (Ia mengunjungi Mataram lima kali pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma) yang menyebutkan bahwa:

“Mataram di bawah Sultan Agung bagaikan sebuah Imperium Jawa yang besar dengan rajanya yang berwibawa. Istana kerajaan yang besar dijaga prajurit yang kuat, kereta sudah ramai, rumah penduduk jumlahnya banyak dan teratur rapi, pasarnya hidup, penduduknya hidup makmur dan tenteram. Kraton juga punya penjara, tempat orang – orang jahat pelanggar hukum dan tawanan untuk orang Belanda yang kalah perang di Jepara. Pada masa Sultan Agung inilah dikenal secara resmi adanya sebuah daerah lumbung pangan (padi) di Panjer dengan bupatinya bernama Ki Suwarno.”

 

Ki Badranala yang mempunyai jiwa nasionalis tinggi, membantu Sultan Agung dengan menyediakan lokasi untuk lumbung dan persediaan pangan dengan cara membelinya dari rakyat desa Trukahan dan desa lain di Kadipaten Panjer (Kadipaten Panjer adalah metamorfosa dari Negara Panjer yang berakhir ketika munculnya kerajaan Demak). Pada tahun 1627 prajurit Mataram di bawah pimpinan Ki Suwarno mencari daerah lumbung padi untuk kepentingan logistik. Pasukan Mataram berdatangan ke lumbung padi milik Ki Badranala dan selanjutnya daerah tersebut secara resmi dijadikan Kabupaten Panjer di bawah kekuasaan Mataram. Sebagai Bupati Panjer, diangkatlah Ki Suwarno, dimana tugasnya mengurusi semua kepentingan logistik bagi prajurit Mataram (Kabupaten adalah wilayah resmi dari sebuah Kerajaan).

 

Hilangnya Ki Singapatra

Pasca periode Mataram Sultan Agung Hanyakrakusuma (wafat 1645), Ki Singapatra sempat menjadi pejabat setingkat gubernur di pesisir utara yang ditugaskan oleh Sultan Amangkurat I dengan gelar PATRA MENGGALA.  Dimasa itu beliau menikahi putri dari Yudanegara I (bupati Banyumas ke-5) sebagai istri terakhir yang kemudian dikenal dengan Nyi Patra Menggala.  Selanjutnya beliau menekuni ulah kapanditan. Hal ini dilakukan pula oleh Ki Bagus Badranala yang kemudian mundur dari jabatannya sebagai Ki Gedhe Panjer Roma (Bupati Panjer Roma I) dan menyingkir dari kota Raja Panjer menuju Gunung Geong/Karang Kembang hingga akhir hayatnya, dan Ki Ageng (Sunan) Geseng yang mandita sampai akhir hayatnya di Pedegolan – Kutowinangun. Berbeda dengan Ki Bagus Badranala dan Ki Ageng (Sunan) Geseng yang memilih seda, Ki Singapatra kembali melakukan tapa hingga murca atau moksha menjadi Rijalulghaib seperti yang dilakukan oleh Gajah Mada di Panjer, Ki Malangyuda/Malangtaruna di Desa Jatimalang Klirong dan Muh. Khahfi (Awal) di Lemahlanang.

Ki Singapatra memilih moksha di tempat awal kedatangannya. Secara tidak langsung, hal ini merupakan tuntunan bagi generasi selanjutnya bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan asal – usulnya.

 

Lokasi mokshanya kemudian menjadi tempat pemakaman umum warga desa Kebumen hingga saat ini (hal ini didapati juga di situs Kompleks Makam Kagungan dalem Kraton Yogyakarta di Mlangi. Dimana KGPH. Sandeyo/Kyai Nur Iman Mlangi pada awalnya bertapa hingga dapat petunjuk untuk membuka lahan pemukiman. Tempat pertapaannya pun kemudian menjadi tempat pemakamannya).

Seiring berjalannya waktu dan pergantian penguasa, riwayat Ki Singapatra makin terkubur dengan adanya babad baru seperti Babad Arungbinang misalnya. Babad ini menceritakan peran pentingnya Pangeran Bumidirjo/Ki Bumi sebagai pembuka wilayah di Kebumen, sedangkan Ki Singapatra sebagai sosok cikal bakal Trukahan Kabupaten Panjer Roma itu sendiri telah dikenal sejak masa Sultan Agung Hanyakrakusuma, artinya jauh sebelum kedatangan Pangeran Bumidirjo ke Kebumen.

Keturunan Ki Singapatra

Hampir 90% warga di daerah Trukahan mempunyai alur dari Ki Singapatra. Keturunan terbagi dalam beberapa klan yakni keturunan yang masih mendiami Trukahan, keturunan Klan Badranala, dan keturunan klan Kolopaking. Keturunan yang lain tersebar pula di Suriname dan Belanda antara lain klan Maddamin.

Meskipun riwayat Ki Singapatra nyaris terkubur oleh babad – babad para tokoh pendatang, nama Ki Singapatra masih kuat melekat dihati para warga Trukahan Kebumen. Tidak kurang para peziarah dari luar Kebumen berziarah ke Makam Ki Singapatra termasuk para keturunannya yang berada di Belanda dan Suriname.

Keturunan Ki Singapatra / Patramenggala dari generasi ke generasi di Suriname dan Belanda

 

Liputan TVRI Jogja di situs Ki Singapatra / Patramenggala – 28 Mei 2014

 

Peletakan Batu Pertama Pembangunan situs Ki Singapatra / Patramenggala – 10 Juni 2014

 

Peresmian pemugaran Situs Ki Singapatra / Patramenggala – Jumat Pahing, 26 Juni 2014

Oleh: Ravie Ananda
Kebumen, Rabu Pahing 01 Agustus 2012

Ravie Ananda

"Fakta dan data sejarah akan datang seiring pudarnya sejarah itu sendiri, karena pada hakikatnya sejarah adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa dipungkiri sebagai pohon semesta yang kokoh berakar. Alam memiliki mekanisme ajaib dalam memunculkan kebenaran seperti juga masa depan yang menunjukkan jalannya sendiri" Ravie Ananda

Artikel Terkait:

Momentum Hari Kebangkitan Nasional Napak Tilas dan Penetapan...
Pabrik Garam Belanda di Desa Sadang Kulon, Sadang - Kebumen,...
Status Quo Kemit - Agresi Militer Belanda II : Kisah Tragis ...
Temuan Peradaban Kabalistik di Kebumen
Tags: , , , , , ,

126 Comments to “Situs Ki Singapatra / Patramenggala – Kebumen (1500–1700)”

  1. […] Panjer), Pertabatan Sultan Agung Hanyakrakusuma, Sultan Amangkurat I dan Dipanegara (di Panjer), Pamokshan Singapatra di Kebumen, Petilasan Untung Surapati (di Karanggayam), Makam Pangeran Bumidirjo (di Kutowinangun), dan masih […]

  2. setiadi says:

    Mas mau tanya apa Jamenggala yang dihukum gantung di alun alun sama dengan Mbah Jamenggala yang menghuni daerah Kali Krasak. Kata mbah, saya keturunan Mbah Jamenggala tapi sama dengan Jamenggala zaman P. Diponegoro apa tidak. Dulu waktu Bu Lik masih SMP pernah dimintai tolong sama orang pintar untuk menyembuhkan siswa yang kesurupan karena Mbah Jamenggala, katanya bisa sembuh bila keturunannya yang minta. tolong konfirmasinya..mksh

  3. ravie ananda says:

    ya..bener, ki jamenggala yang digantung di alun-alun, sama dengan ki jamenggala masa p.diponegoro. beliau adalah salah satu panglima perang diponegoro dari kesatuan panjer yang tertangkap ditepian sungai luk ula yg sekarang berada di sebelah barat komplek masjid kauman kebumen.

  4. tito ito winarto says:

    Mas mau tanya, Demang Peniron (kebumen) Ronodiwiryo/Surenggada alurnya ke klan keluarga mana? Tolong konfirmasinya…mksh

    • ravie ananda says:

      Trimakasih apresiasinya.
      Tentang trah yang panjenengan sebutkan mungkin bisa dilacak dengan awal mengumpulkan data silsilah (entah valid ato tidak) baik dari catatan yang ada oleh sesepuh setempat maupun yang bersifat lisan.

      Setelah itu legenda legenda kisah di Kerajan Peniron tentang peristiwa masa lalu itu apa?
      Baru nanti kita pelajari dan kita cari benang merahnya yang bisa kita lacak juga dengan data buku sejarah maupun yang lain.

      trimakasih.

      • Oya mas Ravie, legenda di peniron yg terkenal tentang mbah Kali Pancur…
        Melanjutkan tentang eyang buyut saya, dari cerita alm. Pakde Amir Yusup kaum desa Peniron (salah seorang pelopor kesenian jamjanengan) eyang buyut yaitu mbah Surenggada tuwin R.A. Nyai Wiryamamada yg pusaranya di blok kali pancur desa peniron…
        Pada juni 1995 setelah pemugaran makam tersebut makam mbah Demang Ronodiwiryo glondong desa peniron period -+ thn 1830 – 1870…
        Yang menurunkan eyang buyut mbah Demang Ronoredjo / Ranaredja glondong desa peniron period -+ thn 1870 – 1910 & mbah Kartodimedjo (cariknya) yang pesarean nya di jatiteken peniron…
        Pemrakarsa pemugaran KBSP (keluarga besar Samsi Prawirodimedjo) diresmikan oleh Bpk Soepadmo Hadisoepadmo, PRKP, parasesepuh & kelarga Bpk H. Edy M. Nalapraya…
        Demikian sekilas informasi yg saya ketahui, dan mungkin mas Ravie memiliki informasi yang lebih detail tentang sejarah di peniron pejagoan kebumen…mengingat begitu lengkapnya tentang kebumen yg mas Ravie himpun…
        Mohon maaf sebelumnya & atas bantuan informasinya nanti sy ucapkan terimakasih… Salam Pancasila…

        • Melanjutkan tentang eyang buyut Surenggada tuwin R.A. Nyai Wiryamamada ingkang pusaranipun dumunung ing blok kali pancur dusun peniron, darah Bangsawan Jawa Kedu, hanya data tsb yg kami sekeluarga pahami (bapak saya pensiunan TNI AD, Letkol Purn Wasis Yusup yg sejak umur 8 thn merantau dari Peniron ke metro trimurjo lampung adalah adik bungsu alm. Pakde kaum Amir Yusup…
          Tambahan informasi dari catatan alm. Bpk R. Soepardjo (sesepuh KBSP/ Carik peniron) yaitu sekelumit silsilah untk Bpk M. Salamun desa kali jeruk kec. Kawunganten Cila cap sbb: Ki Suranggada peputro Ki Wiryamamad, Ki Wiryamamad peputro. Nyi Mad Idris, Ki Sanmukmin, Ki Sentana (mbahnya alm. Pakde amir yusup), Nyi Sendur Alimustari, Ki Wangsaredja, dan Nyi Siadmi Alibesari (mbahnya bpk M. Salamun)…
          Demikian cerita tentang Eyang Buyut Mbah Surenggada yg setelah dipugar Tertulis Mbah Demang Ronodiwiryo…
          Semoga dengan sedikit data tersebut, ada informasi & alurnya kemana tentang eyang buyut tersebut…makasih

          • ravieananda says:

            nyai nalapraya I (istri dari nalapraya I) adalah anak dari Hastrosuto (hastrosuto anak kedua dari badranala). sedangkan untuk nalapraya saya belum menemukan tapi saya menemukan nama nama tokoh dengan nama depan nala….ada di daerah sruni…yang juga dahulu ada hubungan dengan pajang. karena patih kerajaan pajang sendiri berasal dari sruni.
            saya yakin pelan pelan sejarah nalapraya akan ditemukan.jangan patah semangat mas. inilah asiknya mempelajari silsilah secara alami dan pelan2 sesuai data ..layaknya bermain puzzzel. berbeda dengan silsilah secara metafisik bertanya pada mediator dsb biasanya bakal agak kacau….banyak trik…

  5. agus rianto says:

    mau nanya , bagai mana sejarahnya syeh ibrahim asmoro kondhi , kok di dalam sejarah kebumen , tidak di jelaskan , sedangkan tradisi adatnya sudah di akui oleh muri ,,”sebab mbahku asli kwarisan panjer , tepatnya pas depan makam , bahkan tanah kosong yang ada di depan makam sebenarnya adalah tanah warisan untuk bapakku dan adiknya , tapi sayang sekarang sudah berpindah tangan , sekarang aku dan keluargaku tinggal di PONOROGO , dan mungkin hanya satu tahun sekali datang di kebumen, pada saat acara kumpul tumpeng di bulan suro…maksih.

    • ravie ananda says:

      Untuk sejarah Ibrahim Asmorokondi itu yang sejak dulu terkenal ya di Tuban, di Gresikharjo. Karena memang awal peyebaran islam itu dari pesisir utara dan timur.

      Hal ini juga sinkron dengan adanya situs makam tua bertuliskan arab Fatimah binti Maimun yang ditengarai sebagai makam arab pertama di jawa timur. Untuk riwayat Ibrahim Asmorokondi kebumen setahu kami itu baru beberapa tahun sejak jaman Ibu Rustriningsih menjabat menjadi bupati kebumen.

      Sebelumnya makam itu terkenal dengan nama mbah Banyumudal, bahkan menurut keluarga Kuwarisan yang sejak dahulu ikut khoul dimana pada masa itu masih sedikit, yang tujuannya khoul keluarga, belum ada nama Ibrahim Asmorokondi. Penuturan salah seorang trah asli yang kini usianya telah lebih 60 tahun dan belum pernah absen dari khoul sejak ia usia 5 tahun (Bpk. Hari warga wanayasa) kini para keluarga trah yang awalnya mengadakan khoul tersebut malah menjadi bingung karena khoul tersebut tidak lagi mengirim doa kepada para arwah leluhur mereka seperti awalnya khoul itu di adakan.

      Mungkin perlu konfirmasi dengan pengurus makam Ibrahim Asmorokondi yang ada di Gresikharjo Tuban. Jangan sampai ada kesalahpahaman, apalagi sekarang kalau sekedar nama tokoh tanpa dasar sejarah yang kuat tentang buku literaturnya akan mudah dikritisi, mungkin kalau Ibrahim Asmorokondi yang tadinya mbah Banyumudal itu tidak.

      Berbeda dengan pamoksan Gajah Mada dan Kuwu Panjer yang ada di kompleks Mexolie Sarinabati Kebumen (karena ada banyak hal dan kepentingan berkaitan dengan tempat tersebut).

      Trimakasih.kwantitas belum tentu menjadi standar baku sebuah situs. Salam Pancasila!

  6. a. rianto says:

    oya mau nanya lagi dalam ilustrasi rekaman video yang di atas , apa benar makam singopotro yang sempat nampil itu benar adanya ,,, dan klu boleh tau foto makam itu di ambil di desa dan pemakaman mana “sebab kok tidak asing banget ,,”apakah di kompleks pemakaman umum depan masjid banyu mudal..klu iya,,, berarti yang anda potert itu adalah makam leluhurku,,””…makasih…

    • Kebumen2013.com says:

      Makam Singapatra bukan di Banyumudal, melainkan di kompleks pemakaman Kebumen (belakang Masjid Darusalam, kel. Kebumen). Dan Makam yang di Banyumudal menurut kami adalah makam Mbah Banyumudal/ makam Kuwu pada masa Kerajaan Mataram, yang ada kaitannya pula dengan makam Mbah Basek (di kompleks pemakaman Blesek/Basek Panjer), dan makam R Kemutug di Panjer (jalan Kutoarjo/ yang kini berada dibelakang cucian mobil).

  7. a. rianto says:

    oya dukuh kwarisa ama desa kembaran itu khan punya pantangan yang seakan- akan tidak boleh di langgar oleh anak turunya ,,yaitu,,anak dari kwarisan tidak boleh menikahi anak – anak dari desa kembaran,,apa benar,,,terus bagaimana ceritanya ,,kok sampai segitunya…makasih..

    • Kebumen2013.com says:

      Soal mitos kuwarisan dan Kembaran yang hingga kini menjadi nyata, jika kita tinjau dari sisi kawruh Sangkan Antara Lan Paraning Dhumadi, adalah sangat mungkin dan itu disebabkan oleh daya sumpah leluhur yang trukah di dua tempat tersebut yang kemungkinan ketika masa hidupnya dahulu saling bertentangan atau telah bersumpah masing-masing, yang kemudian sumpah tersebut karena diucapkan oleh para linuwih dayanya hingga kini melingkupi dua wilayah tersebut, dan leluhur tersebut menjadi Semarabumi dikedua tempat masing-masing hingga energinya masih mendayai wilayahnya.

      Hal itu sejalan dengan dengan teori hukum kekekalan energi Newton, dimana energi bersifat kekal sementara materilah yang berubah. Ruh dan daya sumpah adalah energi sedangkan jasad/raga leluhur adalah materi.

  8. a.rianto says:

    oya kubah masjid banyu mudal konon menurut cerita masyarakat adalah kubah tiban / kubah yang ada dengan sendirinya ,dan menurut penelusuran ahli supranatural konon kubah itu terlempar dari puncak lawu dengan kata lain pemberian dari sunan lawu…” benarkah itu….” …makasih atas jawabanya…

    • Kebumen2013.com says:

      Hasil wawancara kami dengan salah satu keturunan Banyumudal yang dahulu aktif ikut acara khoul sejak umur 5 tahun di masjid Banyumudal dimana masjid tersebut masih sangat sederhana dan anggota khoul nya pun masih sangat sedikit karena masjid lama masih sangat longgar untuk menampung jamaah yang terdiri dari keturunan dikatakan bahwa kubah itu sama sekali bukan kubah tiban. masjid yang sekarang adalah hasil perluasan masjid lama yang dulu jauh lebih sempit.

      Jika penuturan saksi yang kami wawancarai dimana beliau aktif khoul sejak umur 5 tahun sampai sekarang telah mempunyai cucu belum pernah absen, maka rumor kubah tiban akan mendistorsi sejarah dari masjid itu sendiri.

  9. a.rianto says:

    oya mau nanya , konon , pada masa penjajah belanda tepatnya di masa perang di ponegoro kwarisan panjer pantang di jamah dan di masuki para pasukan berkuda belanda tanpa ijin terlebih dahulu , dan konon banyak pasukan belanda terlempar dari kudanya / bahkan kuda2 yang mereka tumpangi pada ambruk , karena hal itu ,
    dan dari cerita rakyat yang berkembang juga mengatakan bila mitos itu masih terjadi sampai sekarang ,,dengan kata lain daerah kwarisan panjer pantang di lewati hewan berkaki empat tersebut ,,benar tidak cerita tesebut , jika benar , semoga mitos ini bisa memperkuat anda menelusuri sejarah panjer..” oya makasih atas jawabanya…”

    • Kebumen2013.com says:

      Tentang daerah yang tidak bisa dilewati kuda terjadi ditempat lain juga tepatnya di daerah wirogaten mirit, dimana hingga sekarang dimitoskan setiap kuda dengan warna tertentu melewati jalan di depan makam eyang Wirogati dan Sekar Panji Natakusuma pasti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap kuda tersebut.

  10. a.rianto says:

    menggali potensi dan menjaga tradisi adalah tugas pemkab kebumen dan kususnya para warga keturunan kwarisan panjer , harapan saya semoga tradisi kumpul tumpeng tetap selalu terjaga dan lestari sehingga bisa menjadi aset daerah untuk mendatangkan wisatawan baik lokal ataupun inter lokal , sebab jujur saja ” mungkin hanya tradisi inilah yang membuat aku dan keluargaku masih mau menyempatkan diri mengeluarkan uang banyak hanya untuk datang ke jawa tengah tepatnya di panjer kebumen , dan tanpa tradisi ini mungkin belum tentu aku dan keluargaku , mau datang kesana , apalagi kakek dan nenekku juga sudah lama meninggal , dengan kata lain ” tak ada yang pantas aku datangi di kebumen selain cuma untuk menghadiri tradisi ini…… ” yaitu kumpul tumpeng di bulan syuro “…itu aja karena mewujudkan pesan / dan janji terakhir nenek dan kakekku sebelum meninggal…”yaitu untuk selalu bisa datang menghadiri acara tersebut , bagaimanapun kondisinya…”

  11. Firmansyah says:

    Assalamuallaikum ,,, Mas Ravie.
    Sebelumnya perkenalkan nama saya Firmansyah, saat ini saya tinggal di Bojonggede Bogor Jawa-Barat.
    Seandainya Mas Ravie berkenan, saya mohon bantuan informasi yang Mas Ravie ketahui mengenai :
    1. Sejarah serta silsilah Mbah Syeh Baribin
    2. Hubungan antara Mbah Bental (makamnya berada di kaki bukit grenggeng) dengan Mbah Syeh Baribin Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  12. Ravie Ananda says:

    Wass wb.
    Untuk silsilah Syeh Baribin kebetulan kita ada di buku silsilah kraton, dilain waktu segera kita tuliskan.
    Untuk hubungan antara Syeh Bental dan Syeh Baribin kita harus cari data dari Syeh Bental terlebih dahulu, agar tidak terjadi kesalahan korelasi antar silsilah.

    Salam Pancasila !

  13. Maaf Mas Ravie, melanjutkan ttg eyg buyut surenggada…
    Legenda peniron yg sy ketahui yaitu ttg mbah kali pancur, & diblok makan kali pancur jg ada makam trah patra, yaitu makam mbah patrabaya & mbah patranala…ttg mbah surenggada bbrp kali ziarah bersama alm. Pakde amir yusup kaum desa peniron (salah seorg pelopor kesenian jamjaneng/janengan) mbah surenggada tuwin R.A. Nyai Wiryamamada ingkan pusaranipun dumunung ing blok kalipancur dusun peniron, darah bangsawan jawa kedu…menurut sekilas catatan alm mbah R. Soepardjo (carik peniron/sesepuh KBSP) sbb: Ki sureanggada peputro Ki Wiryamamad, Ki wiryamamad peputro: Nyi mad idris, Ki sanmukmin, Ki sentana (mbahnya alm pakde amir yusup), Nyi sendur alimustari, Ki wabgsaredja, & Nyi siadmi ali besari . Pd juni 1995 makam eyg buyut tsb dipugar menjadi mbah Demang Ronodiwiryo glondong desa peniron periode +- 1830-1870, yg menurunkan keluarga mbah demang Ronoredjo/Ranareja & mbah kartodimedjo (cariknya) periode +- 1870-1910 yg pesareannya di jatiteken penuron. Peresmian diwakili alm. Bpk soepadmo hadisoepadmo (dr keluarga besat KBSP/keluarga besar samsi prawirodimedjo), parasesepuh peniron & perwakilan keluarg Bpk edi m nalapraya krn beliau salah satu keturunan mbah Demang Ronodiwiryo.
    Demikian informasi ttg mbah surenggada/mbah demang ronodiwiryo, yg sy ketahui.
    Mohon maaf sebelumnya dr saya tito ito winarto bin letkol purn (tni) wasis yusup (adik bungsu alm. Pakde kaum amir yusup, yg dr umur 8 thn beliau bpk wasis yusup merantau dr desa peniron ke trimurjo metro lampung). Demikian, mohon bantuan informasinya ttg alur eyg buyut tsb di atas.
    Salam dr sy & salam Pancasila…

  14. Bagus l.Jati says:

    Asslmkm…..
    mf mau tanya nh…apa memang betul SINGAPATRA trah kturunan Majapahit….? tpi menurut analisa saya beliau adalah pendatang ..putra dari KI SINGAYUDHA dan RANTAN SARI Adpti JATIBARANG trah Cirebonan sedangkan keturunanannya diantaranya SINGA NDANU (Gombong-Kebumen),SINGAWANA-(Nusawungu-Kroya-Cilacap-Jateng),SINGA LEKSANA -Pemalang,SINGA RINGGO PAMUNGKAS-Pameumpeuk -JABAR. kami dari keluarga trah itu dan punya silsilah…,pernah suatu ketika beberapa tahun lalu ada keluarga SINGA PATRA/SINGA PRANA/SINGA GENI/SINGA LATUNG dst singgah Ziarah ke makam SINGA WANA/SINGAWACANA di NUSAWUNGU…, timur kota KROYA-CILACAP.-JATENG,..sedangkan petilasan para SINGA ini ada di kawasan BELIK-PEMALANG..,jadi lebih banyak condong ke keluarga JATIBARANG-PEMALANG-KROYA-CIREBONAN bukan dari MAJAPAHIT…yg dari keluarga Majapahit adalah trah P.BARIBIN putra BRAWIJAYA IV (SINGHA WIKRAMAWARDHANA/R.PANDAN ALAS)….,Sekitar NUSAWUNGU-KROYA bnyak terdapat keturunannya termasuk dari keturunan…P.BARIBIN(MAJAPAHIT) yg awal mulanya dimakamkan di Desa SIKANCO-DANASRI-NUSAWUNGU,Jga keturunan KI.BAGUS BODRONOLO…KOLOPAKING.juga ARUMBINANG….juga Trah JOKO SUWARNO adik dari DEN BAGUS JANAH (Rd.JONO ) WIRASABA-BMS.. trah2 ini sudah menjadi satu menjadi trah darah KROYA…,sedangkan P.BARIBIN sendiri masih ada trah darah Majapahit-Luamajang-Wirasaba-Cirebon-Ampel Denta/Sn.Ampel…… trims,
    Wassalam….
    BAGUS L..JATI – AGUS PRIYANTO

    • Ravie Ananda says:

      Wass. Wr. Wb.
      Singapatra yang kita tulis disini adalah Singapatra di Kebumen. dan memang seperti itu adanya (seperti yang ditulisan kami) baik secara sasmita maupun secara legenda. Sedangkan Singandanu di Guci Wungu itu kemaren kita juga teliti silsilahnya tetapi masih belum menemukan titik terang karena ada beberapa alur jalur yang kurang sinkron waktunya. Jalan satu satunya biasanya dengan nyekar sampai diberi sasmita dari leluhur tersebut.

      Karena terkadang legenda tidak pas dengan sasmita, juga sejarah.sehingga dengan sasmita bisa ditarik garislurus. Untuk trah Badranala, Kolopaking dan Arungbinang kita juga ada catatannya dari beberapa babad.termasuk Baribin Grenggeng, Ki Tolih, Adipati Kaleng serta Bagus Janah. Kita teliti semua catatan dari berbagai versi tersebut.bahkan buku laporan perang Belanda melawan Dipanegara dan Kalapaking kita juga ada dari museum Belanda.

      Sedangkan Pangeran Baribin menurut babad yang ditulis dengan bahasa Belanda di museum Belanda, beliau adalah anak raja majapahit yang disuruh pergi oleh Gajahmada ke daerah Kaleng Puring dst. dalam penulisan kita nulisnya harus objektif, maka kita gunakan berbagai sumber data baik akademisi, legenda maupun Sasmita, Trimakasih

      SALAM PANCASILA..!

      • taufik says:

        Ass.Wr.Wb.
        Ikut-nimbrung-yaa,bagaimana-dengan singamenggala ? konon beliau adalah kakak beradik dengan Singayuda. Mereka cucu arumbinang IV yang tinggal di Panggel kelurahan Panjer. Apakah ada hubungannya dengan Singapatra ?

        • mukhtar elhanoun says:

          Assalamu’alaikum.
          Salam kenal mas Rafie. Saya Mukhtar, tinggal di Lampung, Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatra).
          Semasa ayahku masih sugeng, semasa kanak-kanak, saya didongengi ttg leluhur. Namun saat itu saya tidak terlalu “menggubris” sekaligus tidak dong. Yang selalu beliau disebut adalah nama-nama sepintas saya baca di trah Aroeng maupun Kolopaking. Ada juga nama-nama yang asalnya dari Yaman, tuturnya. Tapi saya tidak terlalu paham yang dari garis nenek yang mana dari kakek yang mana. Dan selepas SD, saya sudah “dilungakake” guna menuntut ilmu. Sekarang sesepuh kami sudah tidak ada, di Lampung, Palembang maupun di Kebumen. Namun sebagian famili masih ada a.l. di Panggel dan Ngaren. Kini, tak tahu alasan pastinya, seolah ada yang “nagih” dalam diri saya utk mencari sangkan paraning dumadi (secara trah).
          Utk itu:
          1). Sepintas saya pernah baca tulisan bahwa Panjenengan masih sepupu pak Mundiri Panggel (mantan Lurah Panjer). Kalau boleh tau dari alur mana mas? Karena saya sendiri adalah sepupunya juga. Ibu saya adik dari alm. pakde Rasdi (ayah mas Mundir).
          2). Mohon penjelasan tentang alur (ke atas) nama-nama;
          a. Kyai Dahlan/Jago(a?) Kulon (terakhir nyantri di Somalangu (era Syekh Abdurrohman), Singorejo (?), Singodimejo, Singomenggolo, Singoyudo.
          b. Demang Selang (tidak tau namanya).
          3). Mohon penjelasan tentang alur (ke atas) nama-nama;
          a. Kyai Qusyairi (nyantri di Somalangu era Syekh Abdurrohman), sezaman dg Kyai Dahlan yg akhirnya m’jadi menantunya dg menikahi eyang Kamilah. Beliau dulu mangku Langgar Panggel.
          b. Kyai Abu Salim dan Kyai Abdurrohim. Mereka juga mukim di Panggel.
          Dan saya sendiri putra dari Ghozali bin Qusyairi (suami dari Kamilah). Ayah saya sendiri adalah santri Somalangu, murid Rama Mahfudz, Rama Thefur & Rama Surur. Beliau juga anggota AOI zaman perjuangan melawan Belanda.
          Demikian mas Rafie. Mohon bantuannya dan saya sangat menunggu. Trimakasih.
          SALAM PANCASILA.

          • ravie ananda says:

            nyicil menjawab: mbah kakung saya bernama suwandi, yang kemudian dikenal sebagai supandi. beliau putra dari jayareja panggel. pak rusdi itu keponakan mbah kakung saya. ada saudara mbah kakung saya juga di tamanwinangun bernama pak mungawin, munasir (semua dari panggel).

      • Bagus l.Jati says:

        Asslmkm….
        Trims Mas Ravie….info yang anda berikan hampir sama cuma untuk kejelasan Gajah Mada disini mnurut brbagai cttan adalah Gajah Mada II yang kelak juga menghilang dgan Singhawikrama Wardhana/BRAWIJAYA IV, Sedangkan SINGAPATRA bin SINGAYUDHA+NI RANTAN SARI bin SURENG YUDHA memang mempunyai beberapa putra yang menyebar di 4 (empat) penjuru TIMUR;SINGANDANU…,SELATAN;SINGAWANA…,UTARA;SINGA LEKSANA….,BARAT;SINGA RINGGO PAMUNGKAS.Untuk SINGA MENGGALA memang banyak nama2 itu dipakai seperti di Danasri-Nusawungu juga SINGA DIPA..Untuk konteks cttan Belanda sebenarnya saya sedikit kurang cocok karena banyak juga cttannya mengaburkan sejarah..karena di Gombong sendiri banyaknya cttan sejarah asli dibakar..,beberapa sesepuh generasi skarang contoh di MASJID SOKO TUNGGAL -PEKUNCEN-GOMBONG beberapa tidak tahu menahu asal muasalnya sedangkan dlam cttan sya menurut pnjabaran dari “beliau”adalah 1(satu) dari empat yg ada pd peristiwa didirikannya Masjid Agung Demak berbarengan dengan diresmikannya 5 MASJID SOKO TUNGGAL(BEDONO,PEKUNCEN GOMBONG,MRANGGI,CIKAKAK- WANGON,PEKUNCEN BUMIAYU…) yg didirikan oleh P.BARIBIN (yg diMakamkan kedua kalinya di GRENGGENG-PRISTIWA SANG SATRIA GONDOMAYIT/DEN BAGUS JANAH AWAL;Jejak tilasnya geger hilangnya “JISIM SANG BARIBIN” masih ada sampai sekarang di makam lama di daerah SIKANCO-NUSAWUNGU-CILACAP).
        Untuk SINGAPATRA memang se angkatan dengan Ki Bagus Badranala dia bukan putra Kebumen Asli tpi menurut sya/para sesepuh Beliau putra dari alur SINGAYUDHA +NI RANTAN SARI -ADPTI JATIBARANG yg dalam perjalanannya pernah di PEGUNUNGAN JIMAT/MENDELEM-BELIK-PEMALANG terkenal dengan nama SINGA PRANA.(silahkan cek langsung disitu berkumpul jejak tilas trah darah SINGA yg berasal dari Sn.GUNUNG JATI-Cbn.) Coba perhatikan trah perkawinan kebanyakan di KEBUMEN &sktrnya TRAH BARIBIN yg menurunkan JOKO SUWARNO/JAKA GUMINGSIR(adik DEN BAGUS JANAH/JAKA SWARGA/Rd.JONO/Adpti WARGA UTAMA WIRASABA) bin JOKO TAMBANGAN bn JOKO SURAWIN bin JOKO HURANG bn JOKO KATUHU(+DEWI SAMPUR bnti BRAWIJAYA V)bn P.BARIBIN bn BRAWIJAYA IV.
        JOKO KATUHU juga menantu Rd.PAGUWON/Adpti Wirasaba-BMS sepupu P.Baribin ponakan Adpti Kaleng(Paman P.BARIBIN yg kelak putranya yaitu Bnyak Kumara menjadi menantu Adpti Kaleng sepupu DEWI TAPEN /IBUNDA P.BARIBIN)
        JOKO SUWARNO menantu dari TRAH GRENGGENG (Trah turunan dari BONDAN KEJAWAR bn BRAWIJAYA V) terus berbesanan dengan TRAH KI BAGUS BADRANALA (gabungan TRAH BONDAN KEJAWAR DAN BONDAN SURATI bn BRAWIJAYA V) ygkelak menurunkan 2 TRAH BESAR kidul yaitu; KOLOPAKING/KERTAWANGSA (KBN,KROYA)& saudaranya TRAH WANGSANEGARA (TRAH BMS,CLP,KYA..Makam WANGSA NEGARA di depan makam Adpti MANGKUPRAJA bn KENTOLKERTOYUDHA bn BANYAK WIDHE(putra bungsu) bin P.BARIBIN + R.GALUH …yg berada di PEMAKAMAN MANGKUPRAJA-PEKUNCEN-KROYA).
        Sbenarnya cttan silsilah ini sebagian ada di Gn.GRENGGENG/WULAN,cek juga Silsilah Sejarah Banyumas dsusun oleh RMS.BROTODIREJO/ADPTI MARTADIREJA III BMS…dll.
        Adapun Adpti ARUMBINANG/JAKA SANGKRIP/HONGGOWONGSO/SUROWIJOYO bn PB I +PUTRI KYAI WRENGGONO yg masih turunan P.BUMIDEREJO adik TIRI SULTAN AGUNG juga sering berbesanan dengan TRAH BARIBIN/PARA ADPTI BANYUMAS….
        kenapa mereka dari dulu terus menjalin/saling berbesanan..(?)

        CTTAN…; jika terjadi adanya makam lebih dari satu dikarenakan kondisi waktu itu untuk mengelabui pristiwa2 pengejaran musuh .dll.cntoh; P.BARIBIN, Adpti MANGKUPRAJA …dll-dst)

        Demikian mohon mf jika seklumit cttan kecil ini sya sampaikan klo ada yg kurang pas sekiranya Sekali lagi mohon mf… dikoreksi,dijelaskan dan maklum adanya….

        Trism atas atensi dan Keterangannya, Salam kenal …Mas Ravie….
        Wsslmkm.wr.wb…
        dari
        B.L.J.bn Suwarsono bin Salyo Wh +Sutinah bnti Wanasemita bin Singawana bn Singapatra bn SingaYuda+Ni Rantan Sari…dst (; jalur/cabang silsilah msih ada hub,nya dngan cttan di atas)

        SALAM KOMPAK-SALAM PANCASILA…..!!!

        • Kebumen2013.com says:

          Ya terimakasih
          Keyakinan adalah hak milik semua orang tanpa harus dipaksakan. seperti juga para leluhur jika memberikan sasmitadhi yang terkadang sangat berbeda dengan apa yang telah disebutkan dalam catatan-catatan pengarang terdahalu. Dan yang lebih penting adalah bagaimana kita untuk selalu NGUGEMI tradisi dan Naluri para leluhur dalam segala gerak langkah kita dimasa sekarang dan ketika alam telah menuntun serta leluhur telah menghendaki maka kesejatian yang telah tinarbuka tidak akan mampu di intervensi oleh siapapun sebab Takdir iku sayekti tan kena lamun ingowahan

          Salam Pancasila.!

          • Bagus l.Jati says:

            Asslmkm….
            Trah Singapatra dll berkelanjutan…. sudah ..beberapa keluarga kerabat kraton….(;mf) mulai sering mengadakan kontak untuk menjalin siltrhim keluarga yg tersebar di sekitar Dulangmas Raya Versi baru(15 Kab.BREBES-KENDAL…,BUMIAYU-MAGELANG…CILACAP-PURWOREJO…RAYA=PARAHYANGAN TIMUR)….yg kelak kemungkinan menjadi prov.baru lepas dari JATENG.
            Memang bberapa trah ini sangat exslusive…dan kemunculannya tdk disangka2…trah ini sekarang sudah mulai menyatu dengan trah timur Majapahit,Demak,Mataram….jga dengan trah Palembang(Susuhunan Palembang) dan beberapa trah turunannya hampir merata keseluruh Nusantara + luar negeri….Trah yg dulu menghilang( ;Pangiwa)sekarang muncul dengan kekuatan yg lebih besar lgi…dan segera bergabung dengan beberapa keraton di tanah JAWA….surut dan berakhirnya kerajaan di tanah Jawa…ditengarai akan munculnya kekuatan trah yg lebih besar lgi….wallahu ahlam bi sawab….
            oke Ms Ravie trims dg segala atensinya…semoga apa yg sering kita perbincangkan sebentar lgi bsa terkuak.. dan brmanfaat…..Aamiin…mohon mf yg sebesar2nya atas segala kekurangannya, bila ada yg kurang berkenan…
            Wsslmkm wr.wb….

            SALAM KOMPAK PANCASILA….

            • Hanang Putra says:

              Mas, kalau boleh tau makam singandanu itu dimana ya?
              karena beliau adalah leluhur saya.
              saya sudah berusaha mencari silsilahnya namun sampe sekarang belum ketemu.
              info yg saya dapat dari singandanu punya anak (maaf saya lupa), lalu punya anak notoprawiro, punya anak sastroredjo, punya anak suhartono, dan punya anak Hanang (saya)
              apakah singandanu masih kerabat (darah) mataram atau bagaimana ya?
              info yang saya dapat beliau masih kerabat 9darah mataram). cuma juga masih simpang siur karena silsilah belum ada.
              trims

        • gandhi says:

          maturunuwun untuk wacana,, jadi sy sedikit ada gambaran kok,eyang sata punya nama singodimejo,ternyata masih ada kaitan dengna singo menggolo,,beliua di makankan di dansasri nusawungu kroya

      • Hanang Putra says:

        Mas, kalau boleh tau makam singandanu itu dimana ya?
        karena beliau adalah leluhur saya.
        saya sudah berusaha mencari silsilahnya namun sampe sekarang belum ketemu.
        info yg saya dapat dari singandanu punya anak (maaf saya lupa), lalu punya anak notoprawiro, punya anak sastroredjo, punya anak suhartono, dan punya anak Hanang (saya)
        apakah singandanu masih kerabat (darah) mataram atau bagaimana ya?
        info yang saya dapat beliau masih kerabat 9darah mataram). cuma juga masih simpang siur karena silsilah belum ada.
        trims

      • singandanu says:

        salam Pancasila
        Rahayu
        saya Mohon kepada penulis untuk enulis silsilah eyang buyut saya RADEN SINGANDANU
        yang di Goci, Desa Sidodadi, Puring, Kebumen
        terima kasih.

  15. Maaf Mas Ravie…
    Utk bantuan data ttg alur eyg buyut Surenggada/Mbah Demang Ronodiwiryo bisa diemail ke tito.a783@yahoo.com atau kontak sy 085722487827 tito…
    Salam Pancasila…

  16. Maat mas Ravie…
    Sudah ketemu kah susur galur eyang buyut surenggada / Demang Ronodiwiryo peniron kebumen..
    Adakah tertulis dalam perjalanan sejarah di wilayah kebumen sekitarnya?

    • Ravie Ananda says:

      Kita masih terus mencari, tapi belum ada riwayatnya baik di babad-babad maupun buku literatur lain yg kita punya.

      Tokoh tersebut kira-kira hidup di jaman apa?

      misal mataram, mataram apa? Panembahan Senopati / Hanyakraeati / Sultan Agung / Amangkurat I, atau pasca mataram jadi 2, Surakarta dan Yogjakarta.

      Kalau Yogyakarta kira kira masa Sultan berapa, apa masa Dipanegara?

  17. Maaf mas ravie, data dr KBSP & PRKP sebatas menyatakan Demang Ronodiwiryo (yg awal sblm dipugar makam tab makam eyg buyut Surenggada sepengetahuan kami sekeluara) yg cataran bpk alm R. Soepardjo yg menurunkan mbah alimukmin, bpknya alm pakde amir yusup & wasis yusup (mbah ali mukmin putranya ki sentana). Kmgkinan masa eyg buyut surenggada/demang ronodiwiryo semasa dgn ki udadiwangsa yg menurut sejarah peniron pemimpin pertama, perkiraan pd masa Praja mangkunegaran ‘Mangkunegoro III.
    Dan keterangan sesepuh dukuh krajan peniron istri alm mbah ali mukmin bernama Anisah putra mbah Ali ropingi putra dari mbah Patranala, mbah patranala putra dari mbah Patrabaya.
    Demikian mas ravie, nanti saya cari tambahan data lagi dr sesepuh yg masih jumeneng…

  18. Maaf mas ravie, data dr KBSP & PRKP sebatas menyatakan Demang Ronodiwiryo (yg awal sblm dipugar makam tab makam eyg buyut Surenggada sepengetahuan kami sekeluara) yg cataran bpk alm R. Soepardjo yg menurunkan mbah alimukmin, bpknya alm pakde amir yusup & wasis yusup (mbah ali mukmin putranya ki sentana). Kmgkinan masa eyg buyut surenggada/demang ronodiwiryo semasa dgn ki udadiwangsa yg menurut sejarah peniron pemimpin pertama, perkiraan pd masa Praja mangkunegaran ‘Mangkunegoro III.
    Dan keterangan sesepuh dukuh krajan peniron istri alm mbah ali mukmin bernama Anisah utra mbah Ali ropingi putra dari mbah Patranala, mbah patranala putra dari mbah Patrabaya.
    Demikian mas ravie, nanti saya cari tambahan data lagi dr sesepuh yg masih jumeneng…

  19. Maaf mas ravie…dlm pembelajaran sejati, ya mungkin setengah sasmita beliau memberi tahu bergelar RM. Tumenggung Surenggodo Jalmowongso/aryodilogo/aryomenggolo wilayahnya demang kepatihan lor pada masa HB III & P. Poeger

  20. willy says:

    mohon info u/ leluhur di gombong desa kembang kuning siapa mas ? trims

  21. ravieananda says:

    untuk singayudha panggel, jika dia cucu arungbinang IV jelas tidak sama dengan kurun singapatra kebumen. karena di peta belanda tahun 1800 saja daerah makam singapatra sudah terpetakan (singapatra jaman sultan agung) sedangkan arungbinang IV itu tahun 1830, mulai bertahta di kebumen tahun 1832 jadi singayudha cucu arungbinang IV sangat beda alur dan kurun dengan singapatra badranala.
    sedangkan untuk grenggeng, selain makam syekh baribin, ada pula seorang adik baribin yang juga di sana (sesuai dengan catatan babon silsilah raja raja jawa milik kraton). ada pula adiknya yang lain dari baribin nama Raden lawu yang kemudian menuju PENIRON. malah yang dikenal di catatan itu adalah joko Lawu Peniron…

  22. cahyo says:

    Mas, ada yang punya silsilah turunan Raden Ngabehi Nalapraya II (Gesikan)? dan ada yang pernah dengar nama RM. Dipoleksono atau RM. Dipodirejo? Matur nuwun sebelumnya

    • ravieananda says:

      nalapraya gesikan ..saya pernah juga ke situs sumurnya di sebelah rumah pak agus…itu ada hubungannya dengan trah badranala panjer. lain waktu saya coba akan telusuri itu. di peniron juga ada hubungannya dengan nalapraya

  23. ravieananda says:

    tentang singamenggala panggel, saya sendiri sejak lama mencari riwaYATnya tapi belum ketemu pastinya.itu mungkin harus di bypass dengan sasmita, tapi belum saya tempuh. saya sendiri keturunan panggel. dan saya prihatin sendiri dengan silsilah kakek saya dari panggel. karena hanya diketahui sampai buyut saya saja (ayah kakek saya).padahal keluarga di panggel hampir mayoritas satu trah itu. termasuk mantan lurah mundiri,itu masih sepupu dengan saya..dulu kakek saya alm. adalah tokoh seniman janeng kebumen..dari panggel tapi kemudian tinggal di kebumen. harusnya dari singamenggala sampai ke generasi panggel saat ini ada alurnya.tapi mungkin karena di sana tradisi ziarah kurang (cukup dijamak dari rumah) akhirnya alur sulit dirunut.makam2 yang sudah lama ditumpuk dengan yang baru.saya sendiri 3 tahun yang lalu berusaha mencari makam buyut saya di panggel sudah ilang diganti dengan yang lain. buyut saya dari panggel namanya mbah jayareja, kakek saya suwandi, di kebumen dikenal dengan nama supandi…saat mbah saya masih hidup, tiap lebaran keluarga panggel pasti ketempat saya silaturahmi dengan mbah.

  24. ravieananda says:

    untuk mas bagus jati bin suwarsono sidomulyo (makam goci), saya beberapa waktu lalu juga bertemu dengan bapak suwarsono dan sempat ngobrol, dan melihat silsilah yang dipigora tentang singayuda….yang menurunkan alur bapak suwarsono.saya sempat menulisnya juga di kertas dan saya runut dirumah.saya macth kan dengan data sejarah yang ada….saya rasa memang singapatra kebumen yang saya tulis di artikel ini, bukan seperti yang panjenengan maksudkan. saya silaturahmi dengan bapak suwarsono sebagai pelaku perang sidobunder yang berhasil selamat karena lari ke daerah utara sawah dan bersembunyi di gerumbul pohon dan makam itu bersama 7 rekan lainnya.kebetulan saat itu saya lagi mencari data dari berbagai narasumber pelaku sejarah baik pelaku perang , maupun warga yang menjadi korban perang.nuwun

  25. ravieananda says:

    dalam meneliti sejarah apalagi yang berkaitan dengan babad kami harus gunakan berbagai sumber, baik babad banyumas (itu saja ada beberapa versi dan ada perbedaan masing masingnya), babad kebumen versi jogja, versi badranala, versi kolopaking versi arungbingan,arungbinang versi belanda, versi temanggung, dsb semua ada perbedaan yang tentunya tidak bisa dipaksakan satu sama lainnya karena ada kepentingan masing masing penulisnya saat itu, belum lagi babad ambal, sruni dsb yang juga memuat silsilah. begitu juga silsilah versi kraton, versi masing masing trah, semua ada perbedaan, dan semua itu juga mesti di hubungkan dengan data catatan sejarah yang ada..kurun waktunya, dsb….jadi tidak bisa kita memaksakan. itu lah perlunya kebijaksanaan dalam mempelajari sejarah dan toleransi lokal kesejarahan antar trah..maka untuk itu kita harus semaksimal mungkin objektif dalam sebuah penulisan. sebab banyak sekali penulisan sejarah tokoh akan menjadi subjektif apalagi kalau yang kita tulis adalah leluhur kita atau karena kita telah lama yakin dengan alur dan cerita yang telah ada tanpa adanya penimbang sejarah lainnya. soal singa patra versi yang anda yakini, tidak kali ini saja terjadi, dulu waktu sarasehan sejarah panjer, ada juga yang merupakan trah dari sutu tokoh (bukan trah panjenengan) juga merunut seperti panjenengan, semua /beberapa tokoh lokal daerah ditarik satu alur dari trah tokoh tersebut, jadi itu yang dinamakan Istana sentris dalam ilmu sastra….maka dari itu dalam web ini kami berusaha menulis dengan menganalisa berbagai data yang ada yang berbeda dan tentunya kita tidak mau subjektif ataupun istana sentris…karena jaman telah berbeda dan makin terbuka. salam Pancasila.

  26. ravieananda says:

    satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan dalam mempelajari silsilah, kit aharus memahami teori sangkan antara lan paraning dumadi, sehingga berbekal itu kita akan terminimkan dari sifat subjektifitas trah maupun kedaerahan meskipun kita mungkin berasal dari daerah atau trah itu.karena dengan memahami sangkan antara lan paraning dumadi, kita akan jadi terbuka terhadap kesejatian manusia, yang sebenarnya sama….

  27. ravieananda says:

    mengenai alur syekh baribin…
    syekh baribin versi babad banyumas adalah salah satu putra dari raja majapahit yang diusir ke kaleng negara panjer oleh gajahmada.karena alasan tidak mungkin dalam satu kerajaan ada dua raja,kakak beradik, yang kalau pagi seba/menghadap ke raja yang lebih tua, sedangkan kalau malam ke raja yang lebih muda (syekh baribin; nama aslinya raden suputra/harya baribin)
    menurut catatan babon babad tanah jawi tulisan KHP Widyabudaya Kraton ngayogyakarta hadiningrat november 1993 syekh baribin adalah anak prabu brawijaya IV (Bra tanjung) dari istri yang berasal dari pajang. nama asli raden suputra/harya baribin.
    sedangkan putra dari brawijaya V yang juga ada di grenggeng bernama Jaka krenda/Raden panulahar (ia anak dari selir). brawijaya V adalah kakak dari Syekh baribin grenggeng.jadi jaka krenda grenggeng adalah keponakan dari syekh baribin. selanjutnya jaka krenda grenggeng itu dinamakan siapa di grenggeng (menurut masyarakat setempat) kebenarannya harus dengan cara bypass sasmita hingga dirawuhi….diceritani sejatinya, tapi itu harus bener bener degan ketulusan hati, karena kalau tidak sasmitanya bakal palsu. banyak orang yang punya kepentingan mengangkat pamornya dan mungkin trahnya akan mengaku disasmitani (padahal belum) atau kemudian dibelokkan untuk kepentingan golongan tertentu itu sering terjadi.dan yang memprihatinkan adalah jika itu kemudian diyakini menjadi cerita turun temurun.itu akan mengubah sejarah. jaka krenda grenggeng ini dengan saudaranya lebih dari 10 orang hijrah dari majapahit ke barat, ada yang di grenggeng, panjer, wirun kutoarjo, kerendetan, jogja, prangtritis, peniron karangsari kebumen dsb….hingga ke banjarnegara.

  28. ravieananda says:

    tentang peniron,
    sejarah alur peniron hingga kini saya belum bisa menemukan banyak data. data yang ada adalah ada seorang anak dari brawijaya V (artinya ia adalah saudara raden patah, dan para raden yang saya sebutkan tadi ada yang di grenggeng dsb yang hijrah ke barat). anak brawijaya V yang di peniron bernama Raden Lawu alias Raden peniron….inilah yang dalam legenda kalipancur sebagai tokoh yang datang menancapkan tongkat dan menjadi wit wungu kali pancur. setelah ditancapkan tongkat (sekarang tongkat berubah legendanya menjadi cis/sada lanang oleh masyarakat setempat)..tidak lama berselang air mengalir dari bebatuan di atasnya.di kali pancur sendiri hingga kini terkenal akan kejernihan airnya….

    • titi ito winarto says:

      Tentang peniron…
      Tarik tutur masa kebelakang, menuturkan tentang bangsawan oetomo (namanya sy tdk tau mas ravie, hhee…)
      peputro : prapat adipati banyumas ; putri, istri sunan geseng ; yg kedaerah dorowati ; surenggada ke kejawang..
      Surenggodo ini makamnya di astana gede blok kalipancur peniron…
      Surenggodo / demang Ronodiwiryo catatan yg dihimpun kbsp sbb : Ronodiwiryo peputro : Tamawidjoyo (leluhur bpk edi m nalapraya) ; ronodikromo, daerah kebulusan ; martodiwiryo ; kartodimedjo ; ibu soertinah ronoredjo (ronoredjo/ranareja, leluhur kbsp) ; surodiwiryo ; singodiwiryo…

      • ravie ananda says:

        satu hal yang paling membahayakan adalah ketika mencari silsilah dengan jalan kerawuhan atau mediator..dimana seseorang menurut sebuah kawruh dimasuki sukma kemudian ditanya jawab.ini sangat tidak bisa dijadikan patokan kevalidan data. ini telah banyak terjadi dan salahsatunya dalam pembuatan kitab babad kediri sehingga kemudian dalam ilmu kebahasaan babad ini dianggap tidak valid dan penuh subjektivitas.maka dari itu kita menghindari ini.lebih baik dengan jalan bypass sasmita.tapi memang harus sabar…tidak seperti yang kerawuhan.tiap menit kalo sudah hobi ya bisa tanya jawab sendiri tapi yang keluar ya sesuai dengan influens si pelaku.dalam psikologi permainan ini ada isltilahnya sendiri,maka jika kita mempelajari kawruh sangkan antara lan paraning dumadi, laraping kasukman, pamilahing sukma jiwa lan raga tidak akan pernah menggunakan cara yang kerawuhan tersebut untuk merunut silsilah. tapi itu juga hak masing2.yang penting tidak untuk saling memaksakan apalagi untuk menciptakan suatu pamor…sebagai seorang ahli dengan model kerawuhan.

        • titi ito winarto says:

          Assalamualaikum wr.wb. Mas Ravie
          maaf lahir & bathin dr (tito & keluarga bandung).
          Tentang Peniron, sy sdh ktemu & menanyakan pd bule antingah di peniron (cucu mbah wongsoredjo adik dr mbah rono sentono) menanyakan ttg leluhur eyg surenggodo yg dipugar menjadi demang ronodiwiryo tetapi belum ada jwban yg memuaskan…jd data leluhur yg saya cari tetap sbb: mbah alimukmin > rono sentono > wiryamamad > surenggodo & mbah putri anisah > ali ropingi > patra nala > patra baya (keluarga mbah kali pancur).. Demikian mas Ravie, salam pancasila…

  29. R. Satriyo says:

    Salam Pancasila Mas Ravie..
    Mohon bantuannya untuk melacak data silsilah dari Eyang Demang Wirogati yang makamnya berada di Desa Wirogaten mirit, karena menurut eyang , keluarga kami masih ada garis keturunan dari beliau Eyang Wirogati yang katanya masih merupakan Trah Mataram, karena saya sudah mencari data silsilah tersebut namun hanya sampai pada Eyang wirogati dan garis keatasnya sampai ke Mataram belum bisa saya temukan. informasinya bisa panjenengan kirim ke Email: mataram.trah@yahoo.com
    Matur nuwun saking pambiyantunipun panjenengan..

  30. ravieananda says:

    mas R. Satriyo@ pelan – pelan kita bantu nyari data itu. pada tahun 2004/2005 saya sendiri pernah nyekar dan lerem di dalam makam beliau juga sekarpanji nata kusuma hingga subuh, dan pada saat itu saya dirawuhi beliau berdua di masing2 makam.bahkan diberi sasmita alam masa lalu seputar wilayah tersebut. namung belum diberi tahu mengenai silsilah, karena mungkin saat itu fokus saya bukan pada silsilah. mencari silsilah harus dengan kesabaran. saat ini banyak yang cara instan dengan metode kerawuhan /narik sukma yang terkadang mengaku sebagai tokoh luhur dsb..lantas tanya jawab ..akan tetapi cara tersebut sangat rawan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.lebih baik kita sabar dan menunggu sasmita. menurut para leluhur..sapa temen tinemenan. begitu juga njenengan jangan berhenti berusaha mencari, kalau bisa dukung dengan tirakat, biasanya kalau dengan tirakat nanti akan diberi petunjuk ndilalah, bisa lewat mimpi/sasmita maupun ndilalah ketemu orang yang punya data silsilah maupun babad yang berkaitan dengan yang kita cari. salam pancasila.

  31. FAISAL IBRAHIM says:

    Salam KENAL Mas Ravie..
    Mohon bantuannya untuk MEMBERIKAN INFORMASI TENTANGNG KETURUNAN ATAU SILSILAH SYEH BARIBIN DAN SYEH BENTAL GRENGGENG. bERDSARKAN INFORMASI DARI EYANG SAYA ( KAKEK DARI ISTRI ) YANG BERNAMA EYANG “DANGAN NURSIDI” ( SAAT INI MASIH HIDUP, UMUR KURANG LEBIH 90 TAHUN DAN TINGGAL DI DESA KEDUNGPUJI) BAHWA MASIH ADA KETURUNAN DENGAN SYAEH BARIBIN DAN SYEH BENTAL. MOHON INFORMASINYA. ADA RENCANA PIHAK KELUARGA MEMBUAT BUKU SILSILAH KETURUNAN DALAM RANGKA “KUMPULKE BALUNG PISANG ”

    ATAS INFORMASINYA, KAMI MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH

    FAISAL IBRAHIM
    EMAIL : FASARINDO@YAHOO.CO.ID

  32. sendo says:

    mas saya mau nimbrung, saya dari banjarnegara dan kakek saya dari desa lebakwangi-banjarnagera, kakek pernah bilang silsilah leluhurnya berasal dari kebumen, kakek saya bernama Rauf/Rakup dimenulis silsilahnya begini Rauf>Ahmad Darja>Wangsa Semita>Diparaga>Hangga Wangsa>??? kakek saya sudah meninggal di thn 2008 dengan usia 82thn.. dan saya ingin menulusuri silsilahnya sampai atas lagi mungkin dari sini ada yang bisa membantu saya atau punya keterkaitan. terimakasih sebelumnya..

    • ravie ananda says:

      mas, kalo diparaga kaligending itu adalah dalang terkenal berilmu dari kaligending jaman dulu….yang legendanya ketika pemakaman wayang dan kotaknya ikut dimakamkan…mengenai hanggawangsa kebumen itu nama lain dari arungbinang 1/jaka sangkrip….jika saya merunut periode tahun mulai kakek anda yang kemungkinan lahir 1900 an, maka buyut dan canggah anda lahir di era 1800an, maka wareng (diparaga) dan udeg2 anda (hanggawangsa) hidup pada 1700 an, maka ada kemungkinan hangga wangsa yang dimaksud adalah arungbinang 1. karena ia hidup di era itu. coba panjenengan tirakat ngrowod 3 hari 3 malam boleh tidur …diniati minta petunjuk, insyaalloh dapat sasmita di mimpi..akan lebih jelas.salam.

      • sendo says:

        iya mas betul sekali, simbah pernah cerita kalo mbah diparaga itu seorang dalang yang mumpuni, apa mas ravie punya literatur atau referensi agar saya tau informasi lebih banyak mengenai leluhur saya dan silsilahnya.. terimakasih sekali mas sebelumnya..

        • Ravie Ananda says:

          Untuk informasi lebih lanjut panjenengan bisa menanyakan kepada lurah Kaligending atau sesepuh yang ada di sana. karena sampai saat ini legenda mengenai Diparaga sangat melekat dalam khasanah sepiritual masyarakat Kaligending.

          • sendo says:

            owh.. trimakasih bgt mas, insyaallah klo ada waktu saya akan silaturahmi ke kaligendhing, mas saya usul gimana kalo mas ravi menulis di blog mas ravi tentang wayang dan dalang diparaga dari sisi sejarah dan budaya serta pengaruhnya pada masyarakat kebumen dan banyumas. terimakasih :).

  33. sendo says:

    ada tambahan informasi lagi, kakek buyut saya (Ahmad Darja) adalah lurah di desa lebak wangi banjarnegara. dulu saya pernah diajak kakek ke makam leluhur dikali gendhing tapi saya masih kecil dan belum paham. semoga ada yang bisa membantu saya terimakasih..

  34. titi ito winarto says:

    Assalamualaikum wr.wb. Mas Ravie, maaf lahir & bathin dr saya tito & keluarga di bandung. Melanjutkan ttg sejarah peniron, idul fitri yg baru lalu sy ziarah ke makam eyg buyut surenggodo, tdk bercungkup & bertiang kayu yg kokoh lg & tdk ada aksara jawa lg yg bertuliskan bangsawan surenggodo, berganti nisan semen bertuliskan demang ronodiwiryo, tdk mgkin kalo sy beri nama beliau surenggodo ronodiwiryo hhheee…sy jg temui bule antingah cucunya ki wongsoredjo (ki wongsoredjo adiknya ki rono sentono) tdk ada jwban yg memuaskan. Jd sy kembali mencari sejarah eyg buyut surenggodo < ki wiryamamad mbah alimukmin + mbah pitri anis

    • titi ito winarto says:

      alur eyg canggah surenggodo < wiryamamad < rono sentono ali ropingi > patra nala > patra baya (dr keluarga kalipancur)…terimakasih…
      Salam Pancasila..!

      • titi ito winarto says:

        Surenggodo<wiryamamad<rono sentonoali ropingi>patra nala>patra baya(keluarga mbah kalipancur peniron).

        • ravie ananda says:

          mas tito..itulah jalan yang benar telah anda tempuh. anda tidak bosan dan tidak jemu mencari leluhur.sangat mulia dan jarang orang yang bisa tayeh..betah ketika diuji belum mendapat hasil. pesan saya pelan pelan sabar tekun dan coba mas juga barengi dengan tirakat..ngrowod 3 hari 3 malam. boleh tidur kok….diniati mencari silsilah.mohon semoga tuhan melalui leluhur menuntun dan memberi jawaban.insyaalloh akan lebih cepat mas. nanti jawaban bisa dari sasmita/mimpi sastra cetha, bisa juga dari hal tidak sengaja ketemu orang /keluarga dan nyambung silsilah tersebut, sapa tahu ndilalah saya juga menemukannya.banyak kemungkinan jalan mas.jangan menyerah. anda punya intuisi seperti itu, bukan hal kebetulan tapi sebenarnya anda dituntun oleh leluhur..ada genetika dalam tubuh anda yang kuat dari leluhur anda.rahayu.

          • titi ito winarto says:

            Ngrowod 3 hari 3 malam spt apa caranya mas ravie, apa ada bacaan & laku tertentu?

            • ravie ananda says:

              bacaan gak ada…lakunya ya ngrowod…

              • sohidi says:

                aslkum wr wb,, yuwun sewu mas didepan rumah sya tepatnya di DESA (dukuh kembang desa jejeg kec/BUMIJAWA kab/TEGAL) terdpat makam yg sudah ada sejak BPAKnya buyut SyA masih kcil sudah adA itu makam, mnrut para sesepuh desa namanya makam MBAH NAYA MENGGALA sampe skrg masih trawat dan skrg mkam itu trletak ditengah2 desa kami, kakek dri ibu namanya almrhum CARAM bin DIPA, minta di deleng sya minta iformsinya tentang makam trsebut ke panjenengan, dri SOHIDI matur nwun

  35. Ravie Ananda says:

    @sohidi
    Waalaikum salam,
    Untuk mengetahui lebih dalam mengenai makam yang anda sebutkan, kami memerlukan data bantuan berupa VOLKLORE (cerita rakyat) setempat mengenai makam tersebut, ataupun data silsilah dari sesepuh atau juru kunci untuk kami jadikan pijakan awal dalam melakukan penelitian lebih lanjut dan menarik benang merah antara legenda dan data sejarahnya.
    Terimakasih.

  36. riri says:

    mas boleh nanya mas ravie tinggal dimana ya
    kalau dekat sama gombong mas silaturahmi aja ke nenek saya di jatinegara gombong
    beliau punya buku silsilah lengkap sekali mas dari trah semua yang ada di pekuncen gombong
    bahkan masih ada tersimpan foto eyang buyut R Soemangun mangkuwidagdo keturunan dari bupati roma.

    • ravieananda says:

      riri@saya tinggal di kebumen, selatan tugu lawet. trimakasih mbak. insyaalloh semoga dilain kesempata bisa sowan ke tempat mbah panjenengan. kemaren saya juga baru dapat silsilah pekuncen, knduruan bms dll hasil susunan temu keluarga trah pekuncen bms yang diadakan beberapa waktu lalu di gombong.dengan judul buku silsilah “silsilah makam pekuncen gombong”

      • tito ito winarto says:

        Utk tambahan alur trah di peniron, mungkin bisa di runut dari alur mba riri@ mas ravie..karena informasi dr bule di peniron, ada yg punya silsilah lengkap di daerah gombong..dr silsilah itu, ada alur yg menuju peniron…

  37. bayu says:

    mohon bantuan saya kehilangan trah kakek saya, nama : sastroprayitno, keturunan dari klapagada.. rumornya pernah sempat ngajari amin rais mengaji.. hilang saat perang jepang 1942an..

    • Ravie Ananda says:

      Analoginya perang jepang berlangsung sebelum kemerdekaan sekitar thn 44-45 sementara Amin rais lahir tahun 1944. sehingga tidak logis jika Amin Rais mengajisaat berumur 1tahun. untuk trah ulama h klapagada malah terkenal sejak jaman diponegoro. dimana ulama tersebut mendapat adik diponegoro. selanjutnya baca aja di artikel kami yang berjudul gelora perang diponegoro di web ini.

  38. ahmad says:

    Di guntur demak. ada bani kromo. Yang tiap taun diadakan haul mbah citrobowo.
    Saya belun tau nasabnya. Apakah jenengan ada. Mohon dibantu.
    Matur nuwun

  39. oi says:

    wah..ternyata ada blog nya..babad kebumen..ijin nyimak….

  40. yoyo says:

    mas , apa panjenengan punya silsilah nyai menawi keturunan syech marwan bulus pesantren? Nwn.

  41. yoyo says:

    soalany di dekat makam mbah saya di panggel konon adlah makam seorang wali perempuan nyai nyamen namanya. Dan dulu alm pakde saya pernah cerita bahwa beliau pernah kedatangan tamu dari ds banjur bls psntren yg mcari keturunan di panggel. Saya baca silsilah syec marwan dr mas ravi kok ada nyai menawi.. Barangkali ada benang merah /sekadar kemiripan.. sukron

  42. Aditya Aris.N says:

    Asalamualaikum Wr.Wb….
    Saya m0h0n bntuannya mas Ravie,kiranya mas tahu…saya tinggal di Desa Kuwaru,Gombong….Saya ada catatan salinan silsilah kluarga..tp kurang detail dan ada yg tidak trbaca…ktika saya tanya2 pd kluarga jg pada kurng tau,lalu saya cari2 referensi di buku sjarah dan internet tp hasilnya sdikit dan kurng memuaskan…

    Mas,kira2 titik2 dlm tanda kurung dibawah isinya apa ya?

    1. K.Sn.Amangkurat Agung 1 Tegalarum dgn (………?) = B.R.Ay Kleting Kuning

    2. B.R.Ay.Kleting Kuning/B.R.Ay.Judonegoro 1 dgn R.T.Judonegoro I/R.T Mertayuda II (Bupati Banyumas V) = R.T.Judonegoro II/R.Bagus Mali

    3. R.T.Judonegoro II/R.Bagus Mali dgn (…….?) = R.T.Judonegoro III/ R.Bagus Kunting/R.Mertawidjaya/ Patih Danuredja 1

    4 .R.T.Judonegoro III/R.Bagus Kunting/R.Mertawidjaya/Patih Danuredja 1 dgn (……….?) = R.Adipati Purwodiningrat (I.A.Bestuur Djogjakarta)

    5. R.Adipati Purwodiningrat dgn Nyai Adjeng Tjempaka = R.Kromoleksono (Demang Ds.Kuwaru 1)…….Dst..

    Mohon dicek dan dikoreksi alurnya itu sudah btul apa blum mas?
    ..Trus bgaimana cranya saya bisa mndpatkan silsilah asli yg lngkap mas?….makasih

    • ravie ananda says:

      sultan amangkurat agung/1 tegal arum dengan raden ayu marangsari melahirkan raden ayu brungut alias raden ayu klenting kuning

    • ravie ananda says:

      sultan amangkurat 1 tegal arum dengan istri ke:
      10 yang bernama mas ayu marangsari melahirkan raden ayu brungut alias raden ayu klenting kuning alias raden ayu pucang.dia menikah dengan raden arya sindureja patih di kartasura.
      11 yang bernama ratu kencana melahirkan raden ayu klenting kuning II, dia diboyong oleh trunojoyo dan dinikahkan dengan tumenggung mertayuda II bupati banyumas dan diangkat menjadi tumenggung judanegara I. raden ayu klenting kuning II ini diangkat menjadi raden ayu bendara

  43. Eko s says:

    assalamkm,mas Ravie ada tidak sejarah desa Kambangsari dari keturunan mana silsilah yang ada.mohon pencerahannya.terima kasih

  44. muhammmad maulana ibrahim says:

    mas Ravie tolong urutkan P.Bumidirdjo sampai Brawidjoyo, terima kasih .

    • ravie ananda says:

      raden mas jantur/pangeran bumidirdja
      sultan agung anyakrawati (dengan istri ke 3/Mas Angsana)
      panembahan senopati
      ki ageng pemanahan
      ki ageng nis
      ki ageng sela
      ki getas pandawa
      bondan kejawan/kiageng tarub III
      brawijaya V

  45. Aditya Aris.N says:

    Ratu kencana itu siapa mas? Garwa ampeyan ya? Kalo tau yg lainnya mohon dtmbahin ya mas..matur nuwun…

  46. Aditya Aris.N says:

    Oya mas..yg saya bingung itu alurnya purwodiningrat yg tertulis anak dari danureja 1…sdangkan nama purwodiningrat itu banyak sekali..

  47. beni says:

    Assalamualikum… Mas Ravie, sy asli kebumen dari dusun Dorowati kec Klirong. Sy cucu dari Mbah Glondong Dorowati yaitu Mbah Kartomiharjo. Mohon dibantu utk asal usul sesepuh di dusun Dorowati. Terimakasih wassalam….

  48. kuwat says:

    Mas Revie mau tanya coba cek kebenarannya di desa kabuaran ada makam trah RM maduseno,r wirogati II dan keturunannya ? desa kabuaran kec prembun kebumen

    • ravie ananda says:

      ya mas makasih infonya dan memang sedang kita telusuri.kita akan match kan dengan peta kuno belanda.dari babad dimana dimakamkan maduseno.dan diliat di peta kuno daerah tersebut kini jadi wilayah apa.terimakasih.

  49. mas udin says:

    Mas, hotel Patra tidak ada hubungannya dengan Singapatra, tetapi karena yang punya merupakan pengusaha Agen minyak tanah, yang orang Kebumen menyebut “lenga patra”, begitu masssssss………………

  50. joko says:

    apakah mas revi sudah konfirmasi ke pihak hotel patra?

  51. Lawetanlawet says:

    Masih ngambang :)

  52. gandhi says:

    selamat ya mas ravie ananda,tampil diacara tukul jalan2, di trans 7, sabtu 29 maret 2014,, seeepppp keren,,,,
    mengungkap sejarah kebumen

  53. PUJAKESUMA says:

    ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
    Maaf mas ravie saya sangat terkesan dengan pengetahuan sejarah panjenengan,ijinkanlah saya untuk belajar,saya sungguh ingin mengetahui silsilah eyang2 saya karna saya cuma tau dari “katanya-katanya” saja dari mbah saya swaktu masih sugeng duLu menurut cerita masih ada rentetan silsilah dari eyang R.Nalapraya,,,,, jika tidak keberatan saya ingin tau nomor hp atau pin BB mas ravie saya ingin mengobrol scara langsung mas ravie karna saya betul2 ingin mengetahui betulkah silsilah saya ini. Andaikan saya dijawa mngkin saya akan sowan ke ndalem panjenengan,,,,,, andai diijinkan tolong kirimkan nom HP mas ravie ke emaiL FB sayaaa sebelumnya maturnuwun sanget……… ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

    • sugiarto kasirin says:

      ibu dan bapak saya juga masih sodara, kini saya tinggal di desa adiluhur dukuh alasmalang kec. Adimulyo.
      parmiyati binti kalinah
      kalinah binti narja
      kasirin bin madrusdi
      madrusdi bin narja
      narja bin sawijaya
      sawijaya bin raden bangun
      raden bangun bin santa wujaya
      santa wijaya bin samanta
      samanta bin cakrantika
      cakrantika bin r. mas ngabai nolo proyo 2
      r. karyantika bin ”
      r. singandanu bin ”
      r. mas ngabai nolo proyo 2 bin r. mas ngabai noloproyo 1
      r. mas noloproyo 1 bin astrosuto
      r. astrosuto bin r. bodronolo
      r. mas bodronolo bin r. mas maduseno
      r. mas maduseno bin mangir
      ratu pembayun binti danang sutawijaya
      danang suta wijaya bin ki ageng pemanahan
      nyi sabinah bin ………

      jika ada kekurangannya mohon diberitahu, saya sudah lama mempunyai urutan ini tapi saya kepingin lebih tahu lagi yang lebih mendalam. silahkan hubungi numb 087737846887 bisa juga lewat email fb saya sugie_94@yahoo.co.id SALAM KENAL SODARA KU SEMUA :) :) ;)

      • Ravie Ananda says:

        Kalau dalam silsilah babad, yang turun dari Badranala bukan R. Nalapraya, akan tetapi istri Nalapraya jadi, Nyai Nalapraya I binti Hastrosuto bin Badranala.

        Jadi jika merunut dari silsilah anda, Singandanu adalah CANGGAH (generasi turun 4) dari Badranala.sedangkan Badranala adalah menantu dari Singapatra Kebumen. Sehingga Singandanu merupakan generasi turun 5/WARENG dari Singapatra melalui Endang Patrasari.

        Namun saya temukan kejangggalan dalam silsilah yang anda tulis yakni pada poin Singandanu dan Karyantika, karena pada umumnya jabatan atau gelar seseorang akan langsung diwariskan pada generasi berikutnya, maka lazimnya setelah Nalapraya I diteruskan oleh anaknya dengan gelar Nalapraya II, tapi dalam silsilah tersebut Nalapraya II ada setelah Singandanu dan Karyantika, kedua tokoh ini akhirnya malah membuat rancu silsilah.

        Bisa juga kedua tokoh tersebut memiliki silsilah sendiri namun salah masuk dalam alur silsilah Nalapraya.

        Sekian terimakasih.
        Salam Pancasila..!

    • Ravie Ananda says:

      BBM: 7CC-40-D23

  54. sugiarto kasirin says:

    assalamu’alaikum.wr.wb
    perkenalkan saya sugiarto kasirin
    kelahiran saya bogor, akan tetapi ibu-bapak
    asli kebumen.
    kebetulan saya orangnya penasaran
    ketika bapak saya bilang keturunan sana/seni.
    dan dari sekian anak saya yang sangat suka cerita orang dulu.
    apalagi ada sangkut pautnya dengan keluarga sendiri, saya mempunya silsilah bodronolo insya Allah sampai dengan bapak saya.

  55. sugiarto kasirin says:

    ada lagi urutan silsilah tapi, bapak saya belum bisa mengurutkan dengan pasti.
    belum menjelajah sana/sani lagi, kalau dulu waktu masih sekolah saya, bapak, dan lilik suka kemakam sana/sani.
    mencari sumber sejarah di daerah kebumen.

  56. Ali Mustofa says:

    Assalammu ‘ala ikum…
    Nama sy Ali mustofa cucu ki Singawijaya anak dr Singadipa…
    Mohon keterangan tentang silsilahnya,di petilasan desa Danasri lor kec.Nusawungu ada pusara a/n Ki Singamenggala,Ki Singadipa,dll…
    Terima kasih,….
    Wassalammu alaikum…..

    • Ravie Ananda says:

      Wass.wr.wb
      untuk merunut sebuah sejarah kita perlu

      Pertama: data volkloore/cerita rakyat turun temurun.dari itu kemudian kita akan tahu kisaran tahun brapa tokoh tsb hidup, dan pada masa kerajaan atau pemerintahan siapa.

      Kedua; setelah itu kita cari babadnya kalau ada sebagai data pembanding atau babad2 daerah…biasanya akan tersebut dalam babad itu.

      ketiga kita runut silsilahnya. apakah kurun tahunnya logis atau tidak. kalo tidak logis bisa jadi ada sejarah lain dengan nama sama dalam waktu yang berbeda. contoh: Banyakwide jaman Pajajaran dan Banyakwide jaman Dipanegara. Damarwulan jaman Majapahit dan Damarwulan pada masa kadipaten Banyumas. Dipanegara jaman HB III dan Dipanegara sebelum HB III. dsb

      mengenai Singamenggala Nusawungu kita bisa bantu menyisir perlahan jika ada data paling tidak cerita rakyat.dan buku babad atau silsilah. Nantinya kita bisa kroscek juga lokasi situs delam peta lama Belanda, insyaalloh nanti ada benang merah.dan itu lebih bisa dipertanggungkawabkan daripada mencari riwayat dengan cara mediator gaib
      makasih.kalo ada data kita bisa minta buat kita teliti mas.

  57. Agung H says:

    Mau tanya: tentang asal usul nama desa Wirogaten, apakah berasal dari nama Wirogati? sedangkan di desa Kabuaran Prembun ada makam Wirogati I sampai 7. apakah keduanya ada hubungan atau beda orang. terimakasih sebelumnya.

  58. darmowangsa says:

    ass wr wb
    salam tepang mas ravie.
    salut buat mas ravie masih muda mau nguri2 sjarah sngat langka dijaman skarang.
    mas ravie sy mau tanya mhn di ksih pencerahan tentang kemana perginya tmg wangsanegara,krna dl babad mangir(pramudya anantatur) tdk ada klanjutanya tntang wangsanegara.sukur klo tau makamnya tmg wangsanegara
    krna mnurut serat kkancingan yg sy punya.sy d urutan 15 dari skar pembayun + ki ageng mangir. Trimakasih

  59. darmowangsa says:

    ass wr wb
    mas ravie ananda
    serat kekancingan yg ada disaya tertgl sdh tak jelas di bca klo tahunya 1917. dg susunan sil silshlah.
    ingkang sinwun dalem panembahan senopati hingalogo ing mataram.
    1 krt pembayun
    2 rm maduseno
    3 rm bodronolo
    4 ki kertosuto
    5 ki curigo
    6 kikertodipo/wongsonegoro1
    7 ki ompong/wongsonegoro 2
    8 ki kucir/wongsonegoro 3

    9 ki sugih/wongsonegoro 4
    10. r wongsodiwiryo
    11. r muhamad usman
    12. r wangsa diwirya/ing
    durendampit ajibarang
    13. r sosrowiharjo/ing wangon
    14. r. s sosohadi/ing wangon
    15 saya sendiri di bandung

    • Ravie Ananda says:

      Nggeh..
      silsilah itu insyaallah valid, dan bisa menambah data kami, sebab trah Wangsanegara di putus dalam babad yang ada dan lebih mengarah ke trah lain. yang itu sifatnya memang subyektifitas penulisnya.

      Terimakasih sumbangan datanya.

  60. islam hari says:

    mohon infonya ttg kolopaking secara lebih rinci, krn sy juga baru mendengar bahwa sy msh ada garis dr kolopaking. sy dr bani singajaya sedang berusaha ngumpulke balung pisah. nuwun.

  61. islam hari says:

    cp. +628122602945
    +6285753808358

  62. […] adalah Masjid Darussalam. Masjid ini berada di Kelurahan Kebumen, Lokasinya berdekatan dengan Situs Ki Singapatra. Berdasarkan data yang ada Masjid ini dibangun oleh Ki Singapatra dan Ki Ageng (Sunan) Geseng, […]

  63. darmowangsa says:

    ass wr wb.
    trimakasih perhatian dari mas ravie atas komentar saya.
    dulu sy mmg kurang suka klo swargi bpk sy crita ttg kisah ki ageng mangir.bp saya sedo th 2004. tapi stl bp sedo ko sy jdi remen tntg sjarah,dan heranya crita bp sama dgn p pramudya ananta toer.stlh saya baca di blog ”rumah baca mangir”
    mohon maaf sy jadi curhat sama mas ravie walao sy usia dah 56 th, tapi ttg sejarah dan menghargai jasa leluhur mas ravie jauh lbh mengerti.sy salut. (saya sbnarnya punya cerita riwayat buyut saya yg blh dibilah linuwih brasal dari
    kebumen smpai menetap d ajibarang tp takut kpanjangan) trimakasih. salam pancasila dari bandung

  64. darmowangsa says:

    mas ravie spertinya sy td bisa mnahan tuk td crita tntang kisah buyut saya r wangsadiwirya.
    Di awali dari kebumen byt wangsa diwirya yg anti penjajah pada waktu mudanya tahunya tida tahu.ntah jadi prajurt mana didukuh clapar”duku clapar sy tahu d mana”yg akhirnya buyut sy mengembara ke wanadadi trus mnyusuri lreng g slamet. Ke kalibening.peinggaran,bumijawa.smp ke desa kranggan skarang kec pekuncen sblah barat kec ajibarang.
    singkat crita buyut jadi menantu penatus(kpala desa) kranggan.stl berkluarga buka perdukuhan.yg sekarang jadi dusun duren dampit di kec aji barang.beliau d angkat jadipenatus d dusun durendampit smp sedo pada usia lbih dari 100 th. dan anehnya di kala usia 90 th beliau keluar gigi lagi. Buyut sedo dikala saya masih orok dan di makamkan d dsn durendampit.
    anak cucu cicit smp ke udeg2 tersebar di purwokertto.jogja.jakarta smarng plembang bndung.maka sy lagi mncari informsi makam tumenggung wangsanegara.trimakasih

  65. darmowangsa says:

    tambahan lagi mas ravie ananda,mnurut informasi dari kluarga besar trah wangsanegara di purwokerto.buyut r wangsadiwirya lahir d kebumen th 1859 (jdi penatus durendampit),
    eyang kakung r kardan/r sosrowiharjo lahir th 1889(kasir bang bri purwokerto) skedar informasi,barangkali ada trah wangsanegara yg masih pegang surat kkancingan ada kesamaan klo d runut dg saya.
    ”komentar Bagus l jati”
    juli 3 2013 of 3.37 am
    ada kalimat saudara TRAH
    WANGSANEGARA ( TRAH B
    MS CLP KYA Makam WANG
    SANEGARA didepan makam
    adipati MANGKUPRAJA.
    di pekuncen kroya. mungkin
    makam tumenggung wangsa
    negara yang saya cari atau
    bukan. moho informasinya.sms ke 082119335421.
    salam wahyu pancasila + salam karahayon trah mangir

    • darmowangsa says:

      assalamuallaikum wr wb
      kpd mas Ravie ananda
      kpd muslimin&.muslimat
      kpd trah mangir seiman
      ”MARHABAN YA RAMADHAN”
      selamat menunaikan ibadah puasa 1435 H / 2014 m, smoga mendapat barokah di bulan yg penuh maghfiroh. Mohon maaf lahir batin.

  66. winda says:

    ass.wr.wb…. mas ravi saya mau ikutan nimbrung, mbah kakung saya berasal dari Kebumen. Tp pastinya dimana saya juga kurang tau. Menurut cerita papa saya, kami masih keturunan Abdul Qodir Jaelani dan kami adalah keturunan ke 6. Nama mbah kakung saya Mochamad Basar, nama bapaknya Mochamad Jamil. Saya cuma tau sampai disitu. Menurut keluarga papa saya, makam keturunannya di kebumen slalu banyak orang yg ziarah. Bisa ga ya saya tau tempat tersebut dimana… klu keluarga dr kaka dan adik mba kakung saya tau sekali silsilah tersebut, dan mereka sering kekebumen. mohon bantuannya saya mau tau silsilah tersebut. trimakasih. wss….

  67. Lukmannh Nh says:

    Mas Ravi, saya mau Tanya. APA keluarga mbah menawi ada yg dijawa Timur? Soalnya asal buyut saya jg Dr jateng. NURYO MENAWI. Namanya.. Dan saya Turun ke 4 Dr NURYO MENAWI. Mhn infonya…

  68. Nasin Elkabumaini says:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Perkenalkan nama saya Nasin El-Kabumaini
    Saya asli Logandu, sekarang tinggal dan bekerja di Bandung. Kebetulan, selain sebagai pengajar di Poltek dan PPPG Teknologi Bandung, saya juga seorang penulis buku, termasuk buku sejenis novel atau roman. Membaca sejarah Kebumen, yang boleh dikatakan heroik, karena banyak peristiwa sejarah, tapi seperti kurang diketahui oleh warga Kebumen, maka saya bermaksud menulis sebuah roman sejarah, “Sanjakaling Panjer”. Setting cerita saya mulai dari Desa Clapar, dengang mengangkat kisah tentang Panembahan Untung Suropati, dengan setting waktu zaman pasca Perang Diponegoro, yang berujung ke pertempuran Karangsambung, penangkapan terhadap para pejuang, yang berakhir dengan hilangnya Kadipaten Panjer, atau senjakalaking Panjer. Dalam roman itu, saya akan masukan semua kisah, peristiwa, yang berkaitan dengan kebumen, seperti kedatangan Ki Dirga Bumi, Amangkurat, legenda Jaka Sangkrip, pokoknya semua kegenda masuk, meskipun ada dalam dialog para tokoh. Saya ingin agar masyarakat Kebumen, terutama para siswanya mengetahui sejarah Kebumen, melalui bacaan novel yang menyegarkan sehingga mereka pahan sejarah Kebumen tanpa terasa, dan bangga sebagai orang Kebumen…sy sendiri memakai nama Nasin Elkabumaini, alias Nasin Kebumen. Sebagian saya ambil bahan dari tulisan Mas Ravi di blog Wahyu Pancasila…

  69. darmo wangsa says:

    bagus saya tunggu bukunya. mas nasin

  70. Bayu says:

    ass , saya mau tanya mas tentang sejarahnya Eyang singandanu .. terimakasih :)

Leave a Comment