Rajah Kalacakra
Rajah Kalacakra

Minggu adalah semesta, tempat dari semua galaksi dan seluruh hidupannya. Semua yang berawal dari kosong akan kembali kepada kekosongan selayaknya Kliwon yang menjadi black hole dan siap melenyapkan semua yang masuk ke dalamnya. Ataupun menghampakannya dalam lorong ketidakpastian yang tanpa batas. Sementara hanya ada dua kepastian di dalamnya yakni sesuatu yang tak pasti dan kematian. Juga Sunday yang penuh semangat matahari yang pasti akan berakhir meski kepastian akhirnya yang tak pasti. Semua kepastian dan ketidakpastian yang tertampung dalam semesta yang pasti tapi tak pasti, yang ada tapi tak ada sebagai pusat persetubuhan biru, ungu, hijau dan dadu.

 

Senin adalah dini yang penuh embun, selimut putih mentari yang masih terlelap dipenghujung mimpinya. Putri timur yang masih malu melangkahkan kakinya yang indah. Monday yang selembut energi bulan mengitari bumi, menggugah tiap jiwa untuk segera terbangun dari kesemuan yang absurd.

 

Selasa adalah matahari terbit, dimana ia mulai terjaga dari lelapnya. Semangat dan mata yang masih muda tetapi pasti akan tumbuh menjadi bara merah yang membakar jika ia telah menjadi Kamis. Selasa menyala seperti api lentera yang indah dalam ruang kaca yang anggun. Tuesday yang redup layaknya pijaran ribuan bintang selatan di angkasa.

 

Rabu adalah air yang tenang, bening, tetapi menghanyutkan seperti halnya samudra LEGI di timur yang putih menghanyutkan hati dan mengalirkan kedamaian siapa saja yang menatap. Wednesday sebuah perkawinan yang haru biru, perkawinan antara matahari, bulan dan bintang yang mengingatkan kita bahwa hidup masih tetap berlanjut. Hidup yang sarat hikmah dan perenungan Sang Pencipta.

 

Kamis adalah matahari, api merah yang kuat dan menyala, panas yang membakar semangat, kejayaan dan kesuksesan seperti halnya Paing selatan yang penuh kebanggaan dan Thursday dengan keberanian tekadnya menyalakan api pada jiwa – jiwa manusia dan mematangkan raga pemiliknya dengan sinarnya yang kuat karena matahari yang tengah berada tepat di atas kepala semua penghuni bumi.

 

Jumat adalah angin ringan, menyenangkan dan juga selalu bergerak condong ke barat laut mengikuti arah gerak matahari yang mulai kehilangan daya panasnya di ufuk barat. Jumat dengan kuningnya seperti juga PON yang duduk berdampingan. Friday dengan kebebasan geraknya seperti angin yang leluasa menelusuri celah – celah yang ada bahkan hingga rongga – rongga tubuh, paru – paru, jantung, otot, darah dan hati.

 

Sabtu adalah bumi dengan segala isinya. Bumi dengan bulat dan beratnya, juga gelap dan hitamnya yang ditinggal sinar matahari. Pun demikian, bumi syarat kekuatan dengan kepadatannya yang mampu memuat semua baik air, api, udara, tanah maupun keabstrakan yang bersetubuh dengan WAGE sang Raja dari utara sahabat Saturday sang Pangeran dari Saturnus.

 

Bahwa Lima Raja adalah pewaris asli penguasa bumi Nusantara yang kepemimpinannya telah diagungkan jauh sebelum datangnya Tujuh Kesatria dari seberang yang hingga kini mendominasi.

 

Salam Pancasila!

15 November 2009
Oleh: Ananda. R

http://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/05/radjah-kalacakra.jpghttp://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/05/radjah-kalacakra-140x140.jpgAnanda. RRuang Kejawenkajian sufistik,Kalacakra Jawa,Spiritual Jawa,Sufistik JawaMinggu adalah semesta, tempat dari semua galaksi dan seluruh hidupannya. Semua yang berawal dari kosong akan kembali kepada kekosongan selayaknya Kliwon yang menjadi black hole dan siap melenyapkan semua yang masuk ke dalamnya. Ataupun menghampakannya dalam lorong ketidakpastian yang tanpa batas. Sementara hanya ada dua kepastian di dalamnya yakni...Kembalinya jati diri Bangsa Indonesia yang berpancasila