KEBUMEN-Hilangnya 17 pusaka peninggalan Joko Sangkrip disesalkan pelaku budaya di Kebumen. Polisi diminta untuk mengungkap pencuri benda bersejarah tersebut.

Menurut salah satu pelaku budaya Kebumen, Ravie Ananda, pusaka peninggalan tokoh yang bergelar Arungbinang I itu bernilai tinggi. Pihaknya pun meyakini pelaku sudah lama mengincar untuk mengambil pusaka di makam trah Arungbinang, Dusun Kebejen, Desa Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun, tersebut. “Pusaka- pusaka itu harus kembali. Polisi perlu melacaknya hingga ketemu,” tandasnya.

Lebih lanjut Ravie mengatakan, pusaka yang dicuri itu dipastikan akan dijual. Biasanya yang membeli para pejabat atau kolektor. Harganya pun tinggi. Satu pusaka di atas Rp 50 juta. Dan 17 pusaka yang hilang itu pun mencapai milyaran rupiah. Itu yang kemudian menjadi salah satu alasan pusaka peninggalan joko Sangkrib tersebut dicuri.

Padahal, pusaka yang terdiri atas 14 keris, 2 pedang, dan 1 tombak itu ditempatkan dalam lemari yang kukuh dengan pengaman terali besi. Sebelum mendapati lemari besi tersebut, di ruang pusaka berdinding tembok itu juga terdapat pintu yang digembok rapat. Belum lagi pintu masuk makamnya yang terdapat pagar besi.

Juru Kunci

Di lokasi yang terdapat makam Arugbinang I hingga XVIII itu juga dijaga juru kunci, sehingga pelaku dipastikan kesulitan untuk mengambil benda pusaka tersebut. Saat 17 pusaka itu hilang, ternyata pelaku memanfaatkan kelengahan juru kunci, Taryono (57), yang bertemu besan di Banjarpatoman, Jawa Barat, selama beberapa hari.

Pada saat itu pelaku mencongkel pintu dan lemari. Tujuh belas pusaka pun raib. Masih beruntung tiga pusaka andalan yang terdiri atas tombak Kiai Sengkelat, tombak Kiai Regol dan Cemeti Naga Geni tidak dibawa kabur pencuri.

Kapolres Kebumen AKBP Andik Setiono, SH SIK MH melalui Kapolsek Kutowinangun AKP Sugiriyanto, menegaskan, penyelidikan kasus pencurian tersebut masih terus berjalan. Pihaknya mengaku menerjunkan tiga anggota untuk melacak ke sejumlah kolektor dan tempat lain.

“Biarpun Kanit Reskrimnya tidak efektif, anggota tetap menjalankan tugas sesuai dengan perannya untuk penyelidikan dan berupaya mengungkap kasus di wilayah hukum Polsek Kutowinangun,” tegasnya. Sugiriyanto menambahkan, penanganan kasus pencurian pusaka sama halnya kasus pencurian lainnya. Hanya untuk pusaka diakuinya lebih memiliki nilai sejarah.(K5-55)  – sumber : Suara Merdeka Cetak; Sabtu, 12 Maret 2011.

 

 

Tujuh Pusaka Ditemukan

Junani menunjukkan temuan 7 keris Joko Sangkrip yang dicuri.
7 keris Joko Sangkrip yang dicuri, telah ditemukan (Radar Banyumas)

KEBUMEN-Kerja keras jajaran Polres Kebumen membongkar kasus pencurian benda pusaka di kompleks makam Arumbinang Kutowinangun akhirnya membuahkan hasil. Tujuh dari 17 pusaka yang dicuri dari makam Arumbinang I berhasil ditemukan kembali. Dengan demikian, pihak kepolisian masih memfokuskan pencarian pada sisa 10 benda pusaka yang masih dibawa kawanan pencuri.

Kapolres Kebumen AKBP Andik Setiono SIK SH MH melalui Kasubag Humas AKP Junani Jumantoro membenarkan ditemukannya tujuh pusaka peninggalan Arungbinang I tersebut. Menurut Junani, tujuh pusaka itu ditemukan di sebuah rumah di Desa Argopeni Kecamatan Kebumen, tiga hari silam. Hanya saja, pihak kepolisian belum bersedia membeberkan secara rinci tentang pelaku maupun pemilik rumah yang diduga menjadi penadah benda pusaka curian itu. Termasuk sisa 10 pusaka yang masih hilang.

”Insya Allah, dalam waktu dekat semuanya akan terungkap. Nanti kalau sudah terungkap semua akan kita beberkan ke publik,” ungkap Junani saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (17/3) kemarin.

Dijelaskan Junani, tujuh pusaka yang ditemukan di Argopeni terdiri dari 6 keris dan 1 pedang. Pada awal penyelidikan, dia tidak membantah jika sempat mengalami kesulitan. Namun berkat kerja keras, satu persatu petunjuk pun mulai masuk. Hingga akhirnya, ada informasi pusaka itu berada di Argopeni. Penggerebekan pun dilakukan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan tujuh pusaka itu. Turut pula diamankan pemilik rumah yang identitasnya masih dirahasiakan pihak kepolisian.

”Kita masih mengembangkan kasus ini. Yang jelas nama dan identitas pelaku utama pencurian sudah kita kantongi. Insya Allah secepatnya bisa segera kita tangkap,” tegas Junani.

Saat ditanya motif pencurian itu, lagi-lagi Junani belum bersedia memberikan banyak komentar. Hanya secara sekilas dia mengatakan bahwa pencurian itu adalah kasus pencurian biasa.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, 17 dari 20 benda pusaka yang berada di makam Arungbinang I di Desa Kuwarisan Kutowinangun hilang dicolong kawanan pencuri. Para pencuri masuk ke ruang pusaka dengan cara mencongkel pintu menggunakan linggis. Kemudian pencuri membobol lemari teralis tempat pusaka-pusaka itu disimpan dan membawa kabur 17 pusaka. Yang terdiri dari 14 keris, 2 pedang dan 1 tombak. (has) – sumber: radarbanyumas.co.id18-03-2011 .

http://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2012/06/junani-menunjukkan-temuan-7-keris-joko-sangkrip-yang-dicuri.jpghttp://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2012/06/junani-menunjukkan-temuan-7-keris-joko-sangkrip-yang-dicuri-140x112.jpgAnanda. RBudayacatatan sejarah kebumen,Pusaka Joko Sangkrip,saksi sejarah,Tumenggung Arungbinang (Bupati Kebumen)KEBUMEN-Hilangnya 17 pusaka peninggalan Joko Sangkrip disesalkan pelaku budaya di Kebumen. Polisi diminta untuk mengungkap pencuri benda bersejarah tersebut. Menurut salah satu pelaku budaya Kebumen, Ravie Ananda, pusaka peninggalan tokoh yang bergelar Arungbinang I itu bernilai tinggi. Pihaknya pun meyakini pelaku sudah lama mengincar untuk mengambil pusaka di makam trah...Kembalinya jati diri Bangsa Indonesia yang berpancasila