Kereta emas Ratu Kerajaan Belanda bergambar perbudakan dan kolonialisme.
Kereta emas Ratu Kerajaan Belanda bergambar perbudakan dan kolonialisme.

Kereta emas Kerajaan Belanda bergambar perbudakan pada masa Kolonial selalu digunakan setiap bulan September untuk mengantarkan Ratu Belanda membacakan kebijakan negara di depan Anggota Parlemen Belanda. Pada dinding kereta Ratu ini terdapat lukisan yang menggambarkan keadaan perkulian terhadap kaum pribumi di negara jajahannya pada masa Kolonial dan perbudakan.

 

Penggunaan kereta lambang perkulian ini diprotes dan dikritik oleh Yayasan Peringatan Perbudakan Belanda dan Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) dalam surat kepada Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Ratu Beatrix, tertanggal 18 September 2012, dengan saran agar kereta tersebut dimuseumkan dan lukisan yang melambangkan perbudakan dan kolonialisme terhadap Indonesia dan Afrika tersebut dicopot. Hingga September 2013 Kereta emas bergambar perbudakan dan kolonialisme itu masih tetap saja dipergunakan dan dipamerkan sebagai kebanggaan kepada khalayak umum di Negeri Belanda

 

Dengan tetap digunakannya kereta itu hingga saat ini dapat diartikan sebagai sebuah kebanggaan Belanda akan masa Kolonialisasi lalu dan merupakan pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal dan pengingkaran terhadap fakta-fakta kelam yang terjadi pada masa kolonialisasi termasuk berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Belanda yang hingga saat ini permasalahannya belum tuntas baik secara hukum maupun moral. Disamping itu sikap pemerintah Belanda yang hingga kini mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah 27 Desember 1949 dan bukan 17 Agustus 1945, serta adanya hukum Belanda 1973 yang berbunyi:

kejahatan perang yang dilakukan pada zaman penjajahan Jerman tidak bisa kadaluarsa tetapi pada waktu polisi agresi kadaluarsa.

yang berarti pemerintah Belanda melindungi kejahatan perang tentaranya dan tidak sesuai dengan hukum internasional, menambah rekam jejak buruk terhadap kedaulatan NKRI. Dilatar belakangi faktor-faktor tersebut di atas Petisi ini diterbitkan oleh Yayasan KUKB dan didukung oleh para anggota keluarga korban kejahatan perang Belanda dan Komunitas Wahyu Pancasila.

Selengkapnya isi Petisi ini bisa dilihat dalam gambar berikut:

Petisi ini diharapkan membuka pengetahuan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang mengagungkan NKRI, bahwa perjuangan kita sebagai generasi penerus bangsa dalam menegakkan kadaulatan masih panjang.

Salam Pancasila!

 

Oleh: Ananda. R
Minggu Legi, 7 Desember 2013

http://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/12/f-petisi-kereta-ratu-belanda.jpghttp://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2013/12/f-petisi-kereta-ratu-belanda-140x140.jpgAnanda. RSejarahAgresi Militer Belanda di Kebumen,Bangunan Kolonial Belanda di Kebumen,Pabrik Garam Belanda di Sadang - KebumenKereta emas Kerajaan Belanda bergambar perbudakan pada masa Kolonial selalu digunakan setiap bulan September untuk mengantarkan Ratu Belanda membacakan kebijakan negara di depan Anggota Parlemen Belanda. Pada dinding kereta Ratu ini terdapat lukisan yang menggambarkan keadaan perkulian terhadap kaum pribumi di negara jajahannya pada masa Kolonial dan perbudakan.   Penggunaan kereta...Kembalinya jati diri Bangsa Indonesia yang berpancasila