Tahun ini adalah tahun yang menghebohkan dengan adanya fenomena kiamat 2012 oleh perhitungan Suku Maya. Bangsa kita sendiri larut dalam pembahasan tersebut. Bangsa kita lupa akan keluhuran bangsanya yang mempunyai leluhur ahli hitung kuno yg lebih hebat dari suku Maya tersebut. Bangsa ini juga mempunyai candi Cetha digunung Lawu yg persis seperti bangunan suku Maya. Sebut saja Serat Jangka Joyoboyo, Jangka Sabdapalon yang juga menyebutkan hasil perhitungan astronomi kuno jawa sejak jaman itu hingga jaman yang kita alami sekarang.

Candi Cetha di lereng Gunung Lawu
Candi Cetha di lereng Gunung Lawu
Candi Chichen Itza Suku Maya Meksiko
Candi Chichen Itza Suku Maya Meksiko

Dalam kitab itu jelas disebutkan bahwa adanya pembagian jaman dan tanda- tandaya yang akan terjadi di tanah dhawa/ jawa/ NKRI, bahwa akan terjadinya kehancuran besar oleh alam sebagai tanda akan adanya peradaban baru, bukan akan kiamat dalam arti tamatnya kehidupan semesta. Disebutkan juga bahwa setelah itu kembalilah keluhuran tanah dhawa ( jawa ) NKRI MULAI 2012/2013,  sebagai PEMELIHARA KEDAMAIAN DUNIA. Simbol kembalinya Sabdapalon dan akan merusak siapa saja yang tidak mau memakai agama budi maksudnya adalah KETAUHIDAN.

Ketauhidan kita sejak dahulu kala telah ada, dan menjadi dasar utama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, dari dulu, kita orang Jawa mengenal Gusti Kang Maha Esa yang dalam Islam dikenal dengan Allah Al Wahid Al Ahad.

Keluhuran bangsa kita ini terbukti juga dengan diboyongnya benda-benda peninggalan di Jawa ke berbagai negara di Eropa, diantaranya Belanda, India, Jerman dan lain-lain mulai dari arca, kitab hingga batu batu situs pra sejarah. Mereka menghormati sekali dan menjaganya. Alasannya mereka adalah takut jika benda-benda tersebut tetap di Indonesia akan rusak dan tidak terjaga.dan ternyata benar sekali adanya. Mulai dari rakyat hingga pemerintah kita memang kurang sekali perhatiannya terhadap bukti bukti kejayaan bangsa ini dan lebih cenderung sibuk dalam hingar bingar politis.

ADA APA DENGAN KEASLIAN BANGSA INI HINGGA NEGARA–NEGARA LAIN RELA MENJAGANYA?, ADAKAH KAITANNYA ANTARA KEBUDAYAAN KITA DENGAN DUNIA?

Dan kiranya perhitungan bangsa kita mungkin lebih tepat,seperti juga dalam al-Quran yang menyebutkan

“Niscaya jika orang -orang Islam telah kembali pada kekafiran, Allah akan ciptakan suatu kaum dimana kaum itu baik dengan orang muslim, dan benci dengan orang kafir, kaum tersebut tidak takut dicela dan sangat sayang terhadap Allah, seperti Allah sayang kepada mereka.”

Berdasar ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kaum bukanlah agama. Apakah yang dimaksud adalah bangsa tanah Dhawa NKRI DGN PANCASILANYA?

Kembalinya atlantis yang hilang yang selama ini diklaim Colombus bahwa negara kuno itu ada di samudra Atlanta, sedangkan ternyata Colombus sendiri mengadopsi teori sebelumnya milik Plato bahwa jaman dahulu kala pernah ada sebuah Negara besar kuno yang sudah memiliki peradaban yang sangat maju, akan tetapi sekarang riwayatnya hilang, sedangkan Plato sendiri tidak menyebutkan dimana negara itu. Peninggalan-peninggalan di Jawa kini mulai terbukti. Bahkan tengkorak manusia tertua yang ditemukan di jawa yang baru-baru ini diteliti di Jerman diakui sebagai tengkorak tertua manusia di dunia, melebihi tengkorak dari Kusina Malabari.

Lantas ada apa dengan tanah dhawa NKRI ini?

Sementara benda-benda prasejarah diakui dunia, dijaga oleh Negara-negara lain, mengapa riwayat keluhuran kita ini sama sekali hilang? Apakah cukup kita mengikuti alur riwayat bangsa ini yang sementara merupakan hasil buatan sejarawan bangsa–bangsa asing?.

Dimanakah mental kesatria kita, para sejarawan, para arkeolog, putra-putra bangsa ini, mereka malah bangga telah meniru ilmu barat, penulisan–penulisan, obat-obatan, budaya, politik semua yang dari barat.

Selamanya kita tidak akan bisa melebihi yang ditiru. sedangkan bangsa barat mempelajari keluhuran budaya kita, sastra sastra kuno kita, spiritual kita, dll, hingga benda-bendanya kini lebih banyak yang berada di luar sana.

Mengapa untuk mendapat gelar doktor sastra jawa yang notabene sastra kita sendiri, kita harus sekolah di Belanda?
Betapa tragisnya bangsa ini. Semoga Yang Kuasa segera mengembalikan keluhuran bangsa ini. Amin.

Salam Pancasila

 

Oleh: Ananda. R

http://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2012/05/candi-cetho-gunung-lawu.jpghttp://kebumen2013.com/wp-content/uploads/2012/05/candi-cetho-gunung-lawu-150x150.jpgAnanda. RSpiritualArti Pancasila,atlantis yang hilang,candi cetha,kiamat 2012,tanah dhawa,tanah jawaTahun ini adalah tahun yang menghebohkan dengan adanya fenomena kiamat 2012 oleh perhitungan Suku Maya. Bangsa kita sendiri larut dalam pembahasan tersebut. Bangsa kita lupa akan keluhuran bangsanya yang mempunyai leluhur ahli hitung kuno yg lebih hebat dari suku Maya tersebut. Bangsa ini juga mempunyai candi Cetha digunung Lawu...Kembalinya jati diri Bangsa Indonesia yang berpancasila